Bhataramedia.com – Menurut penelitian baru yang melibatkan tikus percobaan, minyak ikan dapat meringankan rasa sakit radang sendi.

Peneliti medis dari Duke University menemukan bahwa tikus yang diberi suplemen asam lemak omega-3 (lemak yang terkandung secara alami pada ikan) memiliki sendi yang lebih sehat dibandingkan tikus yang diberi diet tinggi lemak jenuh dan asam lemak omega-6.

Temuan yang dipublikasikan di Annals of the Rheumatic Diseases ini, menunjukkan bahwa lemak dari makanan yang tidak sehat, selain menimbulkan obesitas, juga dapat berkontribusi untuk memperburuk kondisi osteoarthritis atau radang sendi.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa faktor makanan memainkan peran yang lebih signifikan daripada faktor mekanik di dalam hubungan antara obesitas dan osteoarthritis,” kata peneliti Farshid Guilak, seorang profesor bedah ortopedi di Duke, seperti dilansir News Max Health (11/7/2014).

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama untuk osteoarthritis dan para ahli telah lama percaya peningkatan berat badan membuat sendi mengalami disposisi. Tetapi obesitas tidak menjelaskan mengapa arthritis juga ditemukan di tangan dan sendi lainnya.

Dengan menggunakan tikus percobaan, Guilak dan rekan-rekannya menentukan berkurangnya hormon yang mengendalikan nafsu makan (leptin) akibat obesitas dan memprediksi apakah tikus memiliki arthritis.

“Hal tersebut membuat kami berpikir bahwa kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh bukan seberapa berat anda, tetapi lebih kepada apa yang anda makan,” kata Guilak.

Di dalam penelitian ini, para peneliti memberi makan tikus dengan salah satu dari tiga diet tinggi lemak : satu kelompok kaya lemak jenuh, satu kelompok kaya akan asam lemak omega-6 dan satu kelompok diberi sejumlah kecil asam lemak omega-3.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang diberi diet tinggi lemak jenuh atau asam lemak omega-6 mengalami kondisi arthritis yang semakin memburuk. Sedangkan tikus yang mengkonsumsi suplemen kecil asam lemak omega-3 memiliki sendi yang lebih sehat.

“Asam lemak omega-3 tidak menyembuhkan peradangan, asam lemak omega-3 bermanfaat untuk memperlambat perkembangan arthritis pada kelompok tikus,” kata Guilak. “Bahkan, asam lemak omega-3 menghilangkan efek merugikan dari obesitas pada tikus gemuk,” lanjut dia.

Studi ini sebagian didanai oleh National Institutes of Health.

Farshid Guilak et al. Dietary fatty acid content regulates wound repair and the pathogenesis of osteoarthritis following joint injury. Annals of the Rheumatic Diseases, July 2014 DOI: 10.1136/annrheumdis-2014-205601.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here