Bhataramedia.com – Seperempat dari individu yang dicap sebagai obesitas sebenarnya memiliki sistem metabolik yang sehat dan tidak memiliki risiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Meskipun obesitas merupakan faktor risiko utama untuk diabetes, dua kondisi tersebut tidak selalu terkait. Studi yang diterbitkan oleh Cell Press tanggal 3 Juli di jurnal Cell mengungkapkan bahwa tingkat tinggi molekul yang disebut heme oksigenase-1 (HO-1) terkait dengan kesehatan metabolik yang buruk dan peningkatan risiko diabetes tipe 2 pada manusia yang mengalami obesitas. Selain itu, penghambatan HO-1 dapat meningkatkan kesehatan metabolisme pada tikus gemuk. Hal ini menunjukkan bahwa penghambat HO-1 dapat digunakan sebagai strategi baru yang menjanjikan untuk pengobatan penyakit metabolik.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa HO-1 sebenarnya diperlukan untuk perkembangan penyakit metabolik. Hal ini menyebabkan diperlukannya evaluasi ulang dari banyak temuan di lapangan,” kata penulis senior studi ini, Harald Esterbauer dari Medical University of Vienna.

“Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa HO-1 merupakan kandidat biomarker untuk membedakan sistem metabolik yang sehat dan tidak sehat pada individu dengan obesitas. Hal ini dapat menyediakan kerangka kerja terapi yang lebih selektif,” lanjut Esterbauer, seperti dilansir Cell Press (3/7/2014).

Faktor-faktor yang menentukan apakah obesitas mengarah pada kesehatan metabolik yang buruk telah jelas, tetapi bukti menunjukkan bahwa respon imun maladaptif yang disebut peradangan metabolisme memainkan peran penting. Namun, studi-studi yang meneliti hubungan antara molekul yang sebelumnya diduga sebagai anti inflamasi (HO-1) dengan penyakit metabolik telah menghasilkan hasil yang bertentangan.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Esterbauer bekerja sama dengan J. Andrew Pospisilik dari Max Planck Institute of Immunobiology and Epigenetics. Berbeda dengan temuan di masa lalu, mereka menemukan tingkat HO-1 yang lebih tinggi di dalam hati dan lemak pada individu dengan individu obesitas yang mengalami resistensi insulin dibandingkan individu obesitas yang memiliki metabolik yang sehat. Ketika para peneliti menghilangkan gen HO-1 gen di dalam sel-sel kekebalan yang disebut makrofag, tanda-tanda molekul peradangan menurun pada tikus percobaan. Hal ini menunjukkan bahwa HO-1 sebenarnya mempromosikan peradangan, bertentangan dengan kepercayaan sebelumnya. Selain itu, penghilangan gen HO-1 secara khusus di hati atau makrofag tikus yang diberi diet tinggi lemak menyebabkan fungsi hati menjadi lebih baik dan peningkatan sensitivitas insulin. Peningkatan sensitivitas terhadap insulin tersebut merupakan tanda peningkatan kesehatan metabolik.

“Temuan kami menunjukkan bahwa HO-1 adalah salah satu prediktor terkuat dari obesitas dengan metabolik yang tidak sehat pada manusia. Senyawa tersebut memiliki nilai prognostik yang tinggi untuk mendeteksi kejadian suatu penyakit,” kata Pospisilik. “Penemuan ini dapat memungkinkan dokter untuk menggunakan intervensi yang tertarget untuk mencegah perkembangan penyakit khusus pada individu obesitas yang menunjukkan tanda-tanda awal diabetes tipe 2,” pungkas Pospisilik.

Referensi Jurnal :

Alexander Jais, Elisa Einwallner, Omar Sharif, Klaus Gossens, Tess Tsai-Hsiu Lu, Selma M. Soyal, David Medgyesi, Daniel Neureiter, Jamile Paier-Pourani, Kevin Dalgaard, J. Catharina Duvigneau, Josefine Lindroos-Christensen, Thea-Christin Zapf, Sabine Amann, Simona Saluzzo, Florian Jantscher, Patricia Stiedl, Jelena Todoric, Rui Martins, Hannes Oberkofler, Simone Müller, Cornelia Hauser-Kronberger, Lukas Kenner, Emilio Casanova, Hedwig Sutterlüty-Fall, Martin Bilban, Karl Miller, Andrey V. Kozlov, Franz Krempler, Sylvia Knapp, Carey N. Lumeng, Wolfgang Patsch, Oswald Wagner, J. Andrew Pospisilik, Harald Esterbauer. Heme Oxygenase-1 Drives Metaflammation and Insulin Resistance in Mouse and Man. Cell, 2014; 158 (1): 25 DOI: 10.1016/j.cell.2014.04.043.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here