Bhataramedia.com – Studi Northwestern Medicine® telah menemukan bahwa upaya mengurangi risiko penyakit jantung sangat dimungkinkan, terutama bagi orang dewasa yang mencoba untuk bertanggung jawab atas kesehatan mereka.

Para peneliti mengatakan bahwa ketika orang dewasa berusia 30-an dan 40-an memutuskan untuk menghindari kebiasaan tidak sehat yang berbahaya bagi jantung mereka dan menjalani perubahan gaya hidup sehat, maka mereka dapat mengontrol dan membalikkan perkembangan alami dari penyakit arteri koroner.

Studi ini dipublikasikan pada 30 Juni di jurnal Circulation .

“Perbaikan ini belum terlambat,” kata Bonnie Spring, peneliti utama studi ini dan seorang profesor kedokteran preventif di Northwestern University Feinberg School of Medicine. “Meskipun ketika usia dewasa muda anda melakukan beberapa kebiasaan buruk, Anda masih dapat membuat perubahan gaya hidup dan mendapatkan manfaatnya bagi jantung Anda.” Tambahnya seperti dilansir Northwestern University (30/6/2014).

Di sisi lain, para ilmuwan juga menemukan bahwa jika orang menghindari kebiasaan sehat atau melakukan kebiasaan yang lebih buruk seiring dengan bertambahnya usia mereka, maka akan ada dampak merugikan terhadap arteri koroner mereka.

“Jika Anda tidak mengikuti gaya hidup sehat, Anda akan melihat bukti-bukti terkait risiko penyakit jantung,” kata Spring.

Pada studi ini, para ilmuwan meneliti perilaku gaya hidup sehat dan kalsifikasi serta penebalan arteri koroner di antara lebih dari 5.000 peserta dari studi Coronary Artery Risk Development in Young Adults (CARDIA). CARDIA merupakan studi yang menilai perkembangan risiko arteri koroner pada usia awal (saat peserta usia 18 sampai 30) dan 20 tahun kemudian.

Faktor gaya hidup sehat yang dinilai adalah : tidak kelebihan berat badan / obesitas, bukan perokok, aktif secara fisik, memiliki asupan alkohol rendah dan diet yang sehat. Pada usia dewasa muda (pada awal penelitian), kurang dari 10 persen peserta CARDIA yang mengikuti semua (lima perilaku) gaya hidup sehat. Setelah 20 tahun berikutnya, sekitar 25 persen dari peserta penelitian telah melakukan setidaknya satu perilaku gaya hidup sehat.

Setiap peningkatan faktor gaya hidup sehat dikaitkan dengan kemungkinan penurunan terdeteksinya kalsifikasi arteri koroner dan penurunan ketebalan intima-media, dimana keduanya merupakan penanda utama penyakit kardiovaskular yang dapat digunakan untuk memprediksi kasus kardiovaskuler di masa depan.

“Temuan ini penting karena membantu untuk menghilangkan prasangka terhadap dua mitos yang dinyatakan oleh beberapa profesional perawatan kesehatan,” kata Spring. “Mitos pertama adalah bahwa hampir tidak mungkin untuk mengubah perilaku pasien. Namun, kami menemukan bahwa 25 persen orang dewasa berhasil membuat perubahan gaya hidup sehat. Mitos kedua adalah bahwa kerusakan telah terjadi sehingga orang dewasa telah terlambat untuk berupaya mengurangi risiko penyakit arteri koroner melalui perubahan gaya hidup sehat. Jelas, hal ini tidak benar. Orang dewasa tidaklah terlalu terlambat untuk memperbaiki kondisi jantung melalui perubahan gaya hidup sehat. “

Kabar buruknya adalah bahwa 40 persen dari peserta telah kehilangan faktor gaya hidup sehat dan justru melakukan kebiasaan yang lebih buruk ketika mereka usia mereka semakin bertambah.

“Kehilangan kebiasaan yang sehat memiliki dampak negatif terukur terhadap arteri koroner mereka,” kata Spring. “Setiap penurunan faktor gaya hidup sehat menyebabkan kemungkinan lebih besar terdeteksinya kalsifikasi arteri koroner dan peningkatan ketebalan intima-media. Usia dewasa bukanlah periode aman untuk meninggalkan salah satu kebiasaan sehat tanpa berakibat pada kerusakan pada jantung. Gaya hidup sehat membutuhkan konsistensi.” Tambahnya.

Spring juga mengatakan bahwa perubahan gaya hidup sehat pada studi ini dapat dicapai dan berkelanjutan. Dia menawarkan beberapa tips bagi mereka yang ingin memulai gaya hidup sehat pada usia berapa pun, diantaranya :

  1. Jaga berat badan tepat seimbang
  2. Jangan merokok
  3. Lakukan aktivitas fisik sedang hingga berat setidaknya 30 menit sebanyak lima kali seminggu.
  4. Tidak minum minuman beralkohol.
  5. Mengkonsumsi makanan yang sehat, tinggi serat, rendah sodium.
  6. Rajin mengkonsumsi buah dan sayuran.

Referensi Jurnal :

B. Spring, A. C. Moller, L. A. Colangelo, J. Siddique, M. Roehrig, M. L. Daviglus, J. F. Polak, J. P. Reis, S. Sidney, K. Liu. Healthy Lifestyle Change and Subclinical Atherosclerosis in Young Adults: Coronary Artery Risk Development in Young Adults (CARDIA) Study. Circulation, 2014; DOI: 10.1161/CIRCULATIONAHA.113.005445.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here