Bhataramedia.com – Secara tak terduga, para peneliti telah menemukan bahwa mata kompleks udang mantis dilengkapi dengan optik yang menghasilkan penglihatan warna ultraviolet (UV). Enam fotoreseptor UV udang mantis mampu menangkap warna yang berbeda pada spektrum UV dengan filter yang dimiliki oleh hewan lain, tergantung pada pembentukan tabir surya biologis pada setiap hewan. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilaporkan di jurnal Cell Press Current Biology pada 3 Juli.

“Sistem visual udang mantis terdiri dari enam jenis fotoreseptor yang berfungsi sepenuhnya di luar jangkauan visual manusia,” kata Michael Bok dari University of Maryland Baltimore County. “Anehnya, untuk menghasilkan enam fotoreseptor UV, udang mantis hanya menggunakan dua jenis pigmen visual dengan memasangkan satu pigmen penglihatan dengan salah satu dari empat filter UV. Filter UV memblokir panjang gelombang tertentu dari cahaya untuk dapat mencapai fotoreseptor, sehingga terjadi pergeseran sensitivitas secara kromatis.” “ Tambah Bok, seperti dilansir EurekAlert! (3/7/2014).

Filter UV terdiri dari material yang disebut mycosporine-like amino acids (atau MAA), yang biasanya ditemukan di dalam kulit atau exoskeleton organisme laut, di mana senyawa ini menyerap sinar UV yang merusak. Senyawa ini melakukan hal yang sama di mata udang mantis, tapi untuk tujuan yang sama sekali berbeda dan baru.

“Efeknya mirip dengan menempatkan kacamata berwarna merah di atas mata Anda, dimana kacamata ini mampu memblokir panjang gelombang cahaya lainnya, hanya saja hal ini dilakukan pada tingkat sel fotoreseptor udang,” jelas Bok.

“Penyebab mengapa udang mantis membutuhkan sistem visual canggih seperti ini masih misterius,” kata Bok.

Udang mantis menggunakan matanya untuk menavigasi dan mengenali predator dan memburu mangsa di sekitar karang hidup yang menjadi rumahnya. Udang mantis juga memiliki interaksi sosial yang kompleks yang kemungkinan dimediasi oleh sinyal visual yang berbeda pada tubuhnya.

Matanya yang kompleks, yang meliputi 16 atau lebih jenis fotoreseptor secara keseluruhan, dapat memberikan warna dan polarisasi sistem visual yang kompleks untuk pasca pemrosesan sejumlah besar informasi, meskipun tanpa otak besar.

“Dengan kata lain, mata udang mantis dapat merasakan dan merespon masukan visual yang kompleks tanpa perlu berpikir sangat keras tentang hal itu,” Jelas Bok.

Meskipun penemuan menjelaskan banyak hal terkait mata udang mantis, namun para peneliti mengatakan bahwa masih sulit untuk membayangkan bagaimana udang mantis memvisualisasikan karang. “Cara mata udang mantis dibangun dan bagaimana informasi visual diproses di otaknya begitu berbeda secara fundamental [dari] manusia sehingga sangat sulit untuk membuat konsep mengenai apa yang benar-benar terlihat seperti halnya yang udang mantis lihat,” kata Bok.

Referensi Jurnal :

Michael J. Bok, Megan L. Porter, Allen R. Place, Thomas W. Cronin. Biological Sunscreens Tune Polychromatic Ultraviolet Vision in Mantis Shrimp. Current Biology, 2014; DOI: 10.1016/j.cub.2014.05.071.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here