Bhataramedia.com – Pada studi skala kecil, konsumsi cokelat hitam dapat membuat penderita masalah arteri di kaki mampu berjalan sedikit lebih lama dan lebih jauh dibandingkan sebelumnya. Studi ini diterbitkan di Journal of American Heart Association.

Penyakit arteri perifer (PAD) adalah penyempitan pembuluh darah perifer di kaki, perut, lengan, dan kepala, paling umum di arteri kaki. Berkurangnya aliran darah dapat menyebabkan nyeri, kram atau kelelahan di kaki atau pinggul ketika berjalan.

Pada studi percontohan yang menganalisis pasien pengidap PAD (14 laki-laki dan 6 perempuan, usia 60-78), peserta penelitian diamati kemampuan berjalannya tanpa bantuan (secara mandiri) setelah mereka mengkonsumsi cokelat hitam, lalu dibandingkan dengan ketika mereka makan cokelat susu.

Para peneliti menyatakan bahwa senyawa yang ditemukan di kakao, yaitu polifenol, dapat mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan aliran darah di arteri perifer.

Para pasien diuji kemampuan berjalannya di treadmill pada pagi hari dan dua jam setelah makan 40 gram cokelat hitam dan cokelat susu (seukuran rata-rata bar cokelat polos Amerika) di hari yang berbeda. Cokelat hitam pada studi itu memiliki kandungan kakao lebih dari 85 persen, sehingga kaya akan polifenol. Cokelat susu, dengan kandungan kakao di bawah 30 persen, memiliki polifenol jauh lebih sedikit.

Setelah makan cokelat hitam, mereka mampu berjalan rata-rata 11 persen lebih jauh dan 15 persen lebih lama (hampir 12 kaki /39 meter jauhnya dan sekitar 17 detik lebih lama) dibandingkan hari sebelumnya. Namun, jarak dan waktu berjalan tidak membaik setelah peserta mengkonsumsi cokelat susu.

Perbaikan yang sederhana. Meskipun demikian, manfaat polifenol cokelat hitam yang utama adalah “relevansi potensial untuk kualitas hidup pasien,” kata Lorenzo Loffredo, MD, asisten profesor di Sapienza University of Rome di Italia, seperti dilansir American Heart Association (2/7/2014).

Tingkat oksida nitrit, yaitu gas yang dikaitkan dengan peningkatan aliran darah, lebih tinggi ketika peserta makan cokelat hitam. Tanda-tanda biokimia lain dari stres oksidatif juga lebih rendah. Berdasarkan pengamatan dan percobaan laboratorium lainnya, penulis menyatakan bahwa tingkat oksida nitrat yang lebih tinggi mungkin berperan untuk melebarkan arteri perifer dan meningkatkan kemandirian berjalan.

“Nutrisi yang kaya polifenol dapat menjadi strategi terapi baru untuk melawan komplikasi kardiovaskular,” kata, Francesco Violi, MD, penulis senior studi dan profesor pengobatan internal di Sapienza University of Rome.

Para peneliti mengatakan bahwa perbaikan kualitas berjalan terkait dengan senyawa di cokelat hitam perlu dikonfirmasi pada studi yang lebih besar yang melibatkan konsumsi jangka panjang. Studi saat ini tidak memiliki kelompok plasebo, dan pasien mengetahui jenis cokelat yang mereka diberikan, sehingga faktor ini kemungkinan dapat mempengaruhi hasil studi.

Juru bicara American Heart Association, Dr. Mark Creager mencatat bahwa masih terlalu dini untuk merekomendasikan polifenol atau cokelat hitam untuk kesehatan jantung.

“Penelitian lain telah menunjukkan bahwa polifenol termasuk di dalam cokelat hitam dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah. Namun, studi ini masih sangat awal dan saya pikir semua orang harus berhati-hati ketika menafsirkan sebuah temuan,” kata Creager, yang merupakan direktur dari Vascular Center di Brigham dan Rumah Sakit Wanita dan juga seorang profesor kedokteran di Harvard Medical School di Boston.

“Kita mengetahui dari penelitian lain tentang antioksidan, misalnya vitamin C dan vitamin E, bahwa intervensi antioksidan tersebut belum menunjukkan peningkatan kesehatan kardiovaskular.”

Cokelat juga menambahkan kalori pada diet. American Heart Association merekomendasikan bahwa laki-laki seharusnya mengonsumsi tidak lebih dari 150 kalori per hari dari gula tambahan (sekitar 9 sendok teh) dan wanita seharusnya mengkonsumsi tidak lebih dari 100 kalori (sekitar 6 sendok teh) dari gula tambahan per hari dan 5 sampai 6 persen kalori dari jenuh lemak. Jenis bar cokelat Amerika mengandung 94 kalori dari gula (24 gram) dan 8 gram lemak jenuh.

Makanan kaya polifenol lainnya akan menawarkan lebih sedikit gula tambahan, lemak jenuh, dan kalori dibandingkan cokelat hitam, Contohnya cengkeh, peppermint kering, biji seledri, caper, dan hazelnut.

Referensi Jurnal :

Lorenzo Loffredo; Ludovica Perri; Elisa Catasca; Pasquale Pignatelli; Monica Brancorsini; Cristina Nocella; Elena De Falco; Simona Bartimoccia; Giacomo Frati; Roberto Carnevale; Francesco Violi. Dark Chocolate Acutely Improves Walking Autonomy in Patients With Peripheral Artery Disease. Journal of the American Heart Association, July 2014 DOI: 10.1161/%u200BJAHA.114.001072.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here