Bhataramedia.com – Gigi sehat, putih dan bersih adalah dambaan setiap orang. Sayangnya, pola makan dan perawatan yang salah seringkali menyebabkan gigi berwarna kekuningan. Kalau sudah begini, orang biasanya kelimpungan karena gigi kuning akan menurunkan tingkat kepercayaan diri.

Gigi kuning biasanya disebabkan karena zat pewarna tertentu yang terdapat dalam makanan, baik alami maupun buatan. Selain itu, menurut Prof. drg. Heriandi Sutadi, SpKGA (K), Ph.D., Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi UI, penyebab lain warna gigi berubah adalah konsumsi teratur teh, sirih, minuma bersoda, minuman energi, dan kafein. Juga, serum besi atau logam berat yang terkandung dalam air sumur. Jika diminum setiap hari dan mengendap di gigi, bisa memicu warna kekuningan.

Tidak hanya dalam makanan dan minuman, gigi kuning juga dipengaruhi oleh konsumsi obat-obatan dan kebiasaan merokok. Obat-obat yang mengandung kalium, yodium, zat besi dan zat logam dalam dosis tinggi, ditengarai mampu mengubah warna gigi tidak hanya kuning, melainkan coklat hingga hitam. Bahkan, menurut dokter yang berpraktek di RS Pondok Indah Jakarta ini, obat kumur juga bisa menguningkan gigi karena mengandung yodium tinggi.

Kebiasaan merokok juga berpengaruh besar dalam perubahan warna gigi. Tingkat kuning dan kerak pada gigi perokok akan berbeda, tergantung jumlah nikotin dalam rokok dan intensitas merokok. Perokok berat umumnya memiliki gigi yang lebih kuning dan lebih berkerak daripada perokok ringan. Menurut drg. Yossi Anisari, dokter gigi di Regensi Dental, Pondok Kelapa Jakarta Timur, gigi perokok akan tetap kuning dan berkerak sekalipun rajin menggosok gigi.

Masih menurut dokter Yossi, efek gigi berubah warna juga ditimbulkan oleh pengobatan kemoterapi dan radiasi. Pada dasarnya, kemoterapi sama saja dengan pengobatan konvensional, sehingga bisa jadi gigi akan berubah warna karenanya. Namun, warna tidak selalu kuning, bisa saja coklat, abu-abu, atau hitam.

Untuk mencegah agar gigi tidak berubah warna, drg. Heriandi menyarankan untuk menyikat gigi lebih lama dan lebih intens dengan memperhatikan “kaidah” menggosok yang benar dan sehat. Karena, sikat gigi dengan waktu lebih lama cenderung mampu membersihkan tempelan-tempelan apapun di gigi dengan lebih baik. Usahakan seluruh permukaan gigi tergosok ketika menyikat.

Cara kedua adalah menghindari makanan atau minuman yang berwarna, terutama yang berwarna pekat. Jika terpaksa mengkonsumsi, segera berkumur dengan air putih yang bersih dan disikat. Lebih praktis, minumlah melalui sedotan agar kontak dengan gigi bisa diminimalisir.

Selain itu, rutin mengkonsumsi makanan berserat juga bermanfaat untuk pembersihan gigi secara alami. Buah-buahan seperti apel dan pir serta sayuran seperti selada diketahui dapat mengurangi tingkat kekuningan gigi dengan efektif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here