Bhataramedia.com – Penelitian baru menunjukkan bahwa banyak ibu hamil dan anak-anak mereka yang belum lahir terpapar senyawa-senyawa antibakteri yang kemungkinan terkait dengan isu-isu perkembangan dan reproduksi.

Para peneliti melaporkan bahwa senyawa kimia antibakteri, triclosan, muncul di dalam urin setiap wanita yang diuji dalam penelitian ini. Sedangkan triclocarban, senyawa kimia antibakteri lainnya, muncul di dalam lebih dari 85 persen sampel urin para partisipan.

Triclosan juga muncul pada lebih dari setengah sampel darah tali pusat yang diambil dari ibu. Hal ini menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut dapat mencapai janin.

“Gangguan yang dikenal sebagai gangguan endokrin tersebut dapat berpotensi mempengaruhi perkembangan janin yang belum lahir, ” kata rekan penulis studi Laura Geer, asisten profesor ilmu kesehatan lingkungan di SUNY Downstate School of Public Health.

“Senyawa-senyawa tersebut memiliki potensi mengganggu endokrin dan janin sangat rentan terhadap perubahan hormon selama masa perkembangan,” kata Geer.

Para peneliti mencatat bahwa triclosan dan triclocarban digunakan di lebih dari 2.000 produk konsumen sehari-hari, termasuk pasta gigi, sabun, deterjen, karpet, cat, perlengkapan sekolah dan mainan.

Produsen terkemuka seperti Avon, Proctor & Gamble dan Johnson & Johnson telah mengumumkan bahwa mereka sedang menghapus triclosan dari produk mereka. Minnesota telah menjadi negara bagian pertama yang melarang penggunaan agen antimikroba di dalam produk-produk tertentu. Peraturan tersebut akan berlaku pada Januari 2017.

Di dalam studi ini, para peneliti mengambil sampel urin dan darah tali pusat dari 184 wanita hamil di Brooklyn, NY. Mereka menemukan kandungan triclosan dan triclocarban di hampir semua wanita yang diuji.

Para peneliti juga menemukan agen antibakteri lain, butil paraben, di sebagian besar urin dan sampel darah tali pusat.

“Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara butil paraben (umum digunakan dalam kosmetik) dengan ukuran tubuh lebih pendek dari bayi yang baru lahir, ” kata Geer. Jika temuan ini dikonfirmasi di dalam studi yang lebih besar, maka dapat menunjukkan bahwa paparan luas senyawa ini dapat menyebabkan pergeseran “halus” dengan skala yang besar, di dalam hal ukuran bayi yang baru lahir.

Penemuan ini dipresentasikan hari Minggu pada pertemuan tahunan American Chemical Society di San Francisco.

“Ketiga agen antibakteri tersebut memiliki manfaat yang meragukan dan dapat dengan mudah dihilangkan dari produk sehari-hari,” kata Andrea Gore, juru bicara Endocrine Society dan seorang profesor farmakologi dan toksikologi di University of Texas di Austin.

“Manfaat produk-produk tersebut bagi kesehatan manusia belum terbukti, namun perusahaan-perusahaan tetap menambahkannya ke dalam produk,” kata Gore. “Tidak ada kerugian untuk menghilangkan bahan kimia yang belum terbukti memiliki manfaat.”

“Dampak potensial dari bahan-bahan kimia tersebut pada anak-anak yang masih di dalam kandungan sangat mengganggu, ” kata Gore.

“Selama masa perkembangan awal, jumlah hormon yang sangat kecil memiliki efek yang sangat besar pada proses perkembangan,” katanya. “Kita mengetahui bahwa masa perkembangan adalah suatu periode yang rentan untuk paparan terhadap hormon alami. Kita juga mengetahui bahwa hormon pada janin dan bayi benar-benar penting untuk perkembangan neurobiologis,” pungkas Gore seperti dilansir Newsmax Health (10/8/2014).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here