Beranda Health Lebih Banyak Paparan Sinar Matahari Membuat Anda Lebih Sehat

Lebih Banyak Paparan Sinar Matahari Membuat Anda Lebih Sehat

matahari terbit.
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Studi dari Northwestern Medicine dan University of Illinois di Urbana-Champaign menunjukkan bahwa paparan sinar matahari alami, bahkan hanya melalui jendela, dapat mendorong durasi tidur yang lebih lama di malam hari, serta peningkatan aktivitas fisik dan kualitas hidup.

 “Ada semakin banyak bukti bahwa paparan sinar matahari, terutama di pagi hari, bermanfaat bagi kesehatan dan berdampak pada suasana hati, kewaspadaan dan metabolisme,” kata peneliti senior Phyllis Zee, M.D., seorang ahli saraf di Northwestern Medicine.

Studi ini dilakukan terhadap pekerja kantor. Para peneliti menyimpulkan bahwa jendela di tempat kerja dapat memberikan hingga 173 persen lebih banyak eksposur cahaya putih selama siang hari dan tambahan waktu tidur rata-rata 46 menit di malam hari.

Para peneliti juga mencatat bahwa pekerja dengan paparan sinar matahari lebih cenderung menjadi lebih aktif secara fisik daripada rekan-rekan mereka yang kurang menerima paparan sinar matahari.

Di dalam studi ini, peneliti mensurvei 49 pekerja kantor, 27 orang bekerja di kantor-kantor tanpa jendela dan 22 orang memiliki jendela di kantor mereka.

Kualitas hidup dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan dilaporkan sendiri oleh masing-masing pekerja, sedangkan kualitas tidur dinilai dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)

“Cahaya adalah agen sinkronisasi yang paling penting untuk otak dan tubuh,” kata Ivy Cheung, rekan penulis dan calon Ph.D. ilmu saraf di laboratorium Zee di Northwestern.

“Sinkronisasi yang tepat dari ritme biologis internal dengan rotasi harian bumi telah terbukti penting bagi kesehatan,” lanjut Cheung, seperti dilansir Newsmax Health (12/8/2014).

Sinar matahari adalah sumber penting vitamin D dan laporan CDC menunjukkan bahwa paparan sinar matahari sangat penting bahkan untuk bayi yang diberi ASI, meskipun ASI sudah mengandung jumlah vitamin D yang tinggi.

Studi ini dipublikasikan di Journal of Sleep Clinical Medicine.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here