Bhataramedia.com – Menurut studi yang diterbitkan oleh David McAllister dan rekannya dari University of Edinburgh UK, kadar gula darah yang diukur pada orang dewasa yang sedang dirawat di rumah sakit selama sakit akut dapat digunakan untuk memprediksi risiko pengembangan diabetes tipe 2 selama 3 tahun berikutnya. Studi ini diterbitkan minggu ini di PLoS Medicine.

Para peneliti memperoleh pengukuran kadar glukosa darah pada 86.634 pasien berusia 40 tahun atau lebih tua yang dirawat di rumah sakit untuk penyakit akut antara tahun 2004 dan 2008 di Skotlandia. Selain itu, para peneliti juga mengidentifikasi pasien yang mengembangkan diabetes tipe 2 hingga Desember 2011 melalui Scottish Care Information.

Mereka menemukan bahwa secara keseluruhan risiko untuk mengembangkan diabetes tipe 2 selama 3 tahun adalah 2,3%, dengan risiko mengembangkan diabetes meningkat secara linear dengan meningkatnya kadar glukosa darah saat peserta mendaftar di dalam program ini. Risiko mengembangkan diabetes tipe 2 selama 3 tahun adalah sebesar 1% bagi pasien dengan kadar glukosa kurang dari 5 mmol / l (90 mg / dl) dan meningkat menjadi sekitar 15% untuk pasien dengan kadar glukosa dari 15 mmol / l (270 mg / dl) atau lebih.

Berdasarkan analisis mereka, para peneliti mengembangkan kalkulator risiko yang dapat anda kunjungi pada laman berikut : SDRN. Kalkulator tersebut menggunakan usia, jenis kelamin, dan kadar glukosa darah pasien untuk memprediksi risiko mengembangkan diabetes lebih dari 3 tahun setelah masuk rumah sakit. Namun, para penulis mencatat bahwa pendekatan ini belum divalidasi pada populasi orang kulit hitam atau populasi di luar Skotlandia.

“Temuan ini dapat digunakan untuk menginformasikan risiko jangka panjang pasien terhadap diabetes tipe 2 dan menawarkan saran gaya hidup yang sesuai,” kata David, seperti dilansir Science Daily (19/8/2014).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here