Bhataramedia.com – Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa bagi beberapa wanita dengan kanker payudara, mengkonsumsi suplemen protein kedelai dapat meningkatkan ekspresi gen tumor yang terkait dengan peningkatan sel tumor.

“Banyak wanita mengkonsumsi kedelai pada jumlah besar dan berpikir bahwa kedelai akan mencegah kanker payudara berdasarkan studi epidemiologi,” kata pemimpin penulis studi ini, Dr. Moshe Shike dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center di New York.

Sebelumnya, beberapa studi populasi di Asia telah menemukan bahwa peningkatan asupan kedelai menurunkan risiko kanker payudara. “Namun, studi-studi tersebut tidak dapat membuktikan efek menguntungkan dari kedelai. Studi-studi tersebut hanya dapat mengidentifikasi keterkaitannya,” kata Shike.

Namun, studi baru ini mengamati wanita yang telah didiagnosis dengan kanker payudara.

“Kedelai mengandung fitoestrogen yang dapat meniru beberapa efek dari hormon estrogen. Padahal estrogen tidak baik bagi wanita setelah didiagnosis menderita kanker payudara,” kata V. Craig Jordan dari Georgetown University Lombardi Comprehensive Cancer Center di Washington, DC.

Kebanyakan kanker payudara bersifat estrogen-reseptor positif, yang berarti tumor dapat merespon sinyal dari estrogen di dalam tubuh

“Oleh karena itu, segera setelah seorang wanita didiagnosa menderita kanker payudara, ia akan diminta untuk menghindari hormon estrogen dan biasanya akan menerima obat anti-estrogenik seperti tamoxifen setelah operasi,” kata Jordan, seperti dilansir NewsmaxHealth (9/9/2014).

Dengan dukungan dari Breast Cancer Research Foundation, Shike dan rekannya mempelajari perubahan struktur molekul sel kanker payudara stadium awal yang diperoleh dari biopsi yang dilakukan saat diagnosis dan beberapa minggu kemudian ketika tumor telah diangkat.

Sebanyak 140 wanita di dalam penelitian ini mengambil suplemen protein kedelai atau protein susu di dalam bentuk dua paket 25,8 gram dicampur ke dalam air atau jus setiap hari.

Dibandingkan dengan tumor pada kelompok yang mengkonsumsi susu, tumor pada kelompok yang mengkonsumsi kedelai mengalami “overexpresi” gen yang terkait dengan siklus dan proliferasi sel tumor. Overekspresi dapat berarti efek dari gen-gen tersebut kemungkinan dapat menjadi lebih kuat.

Bagi beberapa wanita di dalam kelompok pengkonsumsi kedelai, ekspresi gen yang terkait dengan pertumbuhan kanker juga meningkat.

Peneliti melaporkan hasil penelitian ini di Journal of National Cancer Institute.

Penelitian ini hanya melihat perubahan tumor pada tingkat genetik, tidak melihat bagaimana tumor tumbuh atau tidak tumbuh di setiap individu wanita.

Tidak jelas apa yang membuat wanita-wanita tersebut memiliki respon khusus terhadap protein kedelai, kata Shike. “Hal yang dapat kami katakan adalah bahwa di dalam beberapa wanita, komponen kedelai mendorong gen proliferatif di tingkat gen,” katanya. “Bagaimana hal itu akan diterjemahkan ke dalam sel kanker tidak dapat kami jelaskan,” lanjut dia.

“Kami menyarankan bahwa mengkonsumsi jumlah kedelai yang berlebihan kemungkinan bukanlah ide yang baik. Kami tidak memiliki bukti klinis untuk itu karena ini hanya ekspresi gen,” kata Shike.

Jordan menduga bahwa estrogen kemungkinan memiliki efek yang berbeda pada kanker payudara berdasarkan tahapan atau fase hidup wanita, apakah dia dalam tahap menopause atau setelah tahap menopause telah berakhir.

“Bagi populasi wanita dengan kanker payudara, produk kedelai tidaklah baik,” kata Jordan. “Sekarang dokter memiliki petunjuk mengenai hal ini dan dapat memberitahu pasien bahwa hal tersebut bukan hal yang baik,” pungkas Jordan.

Referensi :

M. Shike, A. S. Doane, L. Russo, R. Cabal, J. Reis-Filo, W. Gerald, H. Cody, R. Khanin, J. Bromberg, L. Norton. The Effects of Soy Supplementation on Gene Expression in Breast Cancer: A Randomized Placebo-Controlled Study. JNCI Journal of the National Cancer Institute, 2014; 106 (9): dju189 DOI: 10.1093/jnci/dju189.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here