Bhataramedia.com – Para peneliti di bidang sklerosis telah menemukan bahwa cadangan otak dan cadangan kognitif memberi efek perlindungan jangka panjang terhadap penurunan kognitif. Cadangan kognitif adalah resistensi atau kapasitas pikiran untuk melawan penuaan dan kerusakan pada otak.

Penelitian yang dilakukan oleh James Sumowski Ph.D. dan John DeLuca Ph.D, dari Kessler Foundation diterbitkan di jurnal American Academy of Neurology. Dr Sumowski mempresentasikan temuannya pada konferensi AAN 2014 di Philadelphia.

“Penelitian kami bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai mengapa beberapa orang yang mengidap Multiple Sclerosis (MS) menonaktifkan gejala penurunan kognitif, sementara penderita MS lainnya dapat menjaga kemampuan kognitif mereka meskipun terjadi perkembangan MS yang signifikan? Dapatkah teori cadangan otak dan cadangan kognitif menjelaskan fenomena tersebut? Dapatkah kita mengidentifikasi prediktor penurunan kognitif ?,” jelas Dr. DeLuca, seperti dilansir laman Kesslerfoundation (30/4/2014).

Multiple sclerosis (MS) / sklerosis multipel adalah penyakit inflamasi pada pembungkus sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Kerusakan tersebut mengganggu kemampuan bagian dari sistem saraf untuk berkomunikasi, sehingga timbul berbagai berbagai tanda dan gejala, termasuk fisik, mental dan kadang-kadang masalah kejiwaan.

Di dalam studi ini, memori, efisiensi kognitif, kosakata (ukuran kekayaan intelektual / cadangan kognitif), volume otak (ukuran cadangan otak), dan perkembangan penyakit MS yang di amati melalui MRI dievaluasi pada 40 pasien penderita MS. Evaluasi tersebut dilakukan pada pasien-pasien sejak awal menderita MS hingga 4.5-tahun setelahnya. Setelah mengontrol perkembangan penyakit, para ilmuwan melihat dampak dari volume otak dan kekayaan intelektual (cadangan kognitif) terhadap penurunan kognitif.

Hasil dari penelitian ini mendukung teori efek protektif cadangan otak dan cadangan kognitif terhadap MS,” kata Dr. Sumowski. “Pasien dengan kekayaan intelektual yang lebih besar mengalami tingkat penurunan kognitif yang lebih rendah. Sedangkan pada pasien yang memiliki cadangan otak yang lebih besar menunjukkan efek perlindungan terhadap efisiensi kognitif. Penelitian ini tidak hanya menegaskan mengenai efek pelindung otak dan cadangan kognitif, namun juga menunjukkan bahwa efek menguntungkan tersebut bertahan selama bertahun-tahun, ” tambah Dr. Sumowski.

Referensi Jurnal :

J. F. Sumowski, M. A. Rocca, V. M. Leavitt, J. Dackovic, S. Mesaros, J. Drulovic, J. DeLuca, M. Filippi. Brain reserve and cognitive reserve protect against cognitive decline over 4.5 years in MS. Neurology, 2014; DOI: 10.1212/WNL.0000000000000433.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here