Bhataramedia.com – Para peneliti dari Universitas Adelaide telah menemukan bahwa sel-sel punca (sel induk) yang diambil dari gigi dapat tumbuh menyerupai sel-sel otak. Penelitian tersebut dapat membuka kemungkinan untuk digunakan di otak sebagai terapi untuk stroke.

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa sel-sel punca dari gigi dapat mengembangkan dan membentuk jaringan kompleks yang menyerupai sel-sel di otak. Meskipun sel-sel ini tidak berkembang menjadi neuron yang sepenuhnya matang. Namun, peneliti percaya bahwa untuk mengembangkan sel neuron yang sempurna hanyalah masalah waktu dan penggunaan metode yang tepat.

“Sel-sel punca dari gigi memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi sel-sel otak atau saraf baru, dan hal tersebut berpotensi membantu pengobatan gangguan otak seperti stroke,” kata Dr. Kylie Ellis dari Adelaide Research & Innovation (ARI), seperti dilansir laman University of Adelaide (30/4/2014).

Dr. Ellis melakukan penelitian ini sebagai bagian dari studi Ph.D.-nya di bidang fisiologi. Hasil karyanya telah diterbitkan di jurnal Stem Cell Research & Therapy.

“Kenyataannya adalah, pilihan pengobatan yang tersedia untuk ribuan pasien stroke setiap tahunnya sangat terbatas,” kata Dr. Ellis. “Obat utama terapi stroke yang tersedia harus diberikan beberapa jam setelah serangan stroke. Namun, setelah mengalami serangan stroke, kebanyakan orang tidak memiliki akses untuk mendapatkan obat di dalam jangka waktu tersebut,” tambah dia.

“Pada akhirnya, kami ingin dapat menggunakan sel punca dari pasien untuk terapi otak yang tidak memiliki masalah penolakan oleh tubuh pasien. Masalah penolakan tubuh biasa terjadi pada terapi berbasis sel. Keuntungan lainnya adalah terapi sel punca pulpa gigi dapat memberikan pilihan pengobatan yang tersedia setelah terjadinya stroke selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, “katanya.

Dr. Ellis dan rekan-rekannya, Profesor Simon Koblar, David O’Carroll dan Stan Gronthos, telah melakukan penelitian pada model berbasis laboratorium yang akan diaplikasikan kepada manusia. Sebagai bagian dari penelitian ini, Dr. Ellis menemukan bahwa sel-sel punca yang berasal dari gigi berkembang menjadi sel-sel yang mirip neuron.

“Kami dapat melakukan hal tersebut dengan menyediakan sel-sel punca gigi lingkungan yang mirip otak normal, sehingga sel-sel tersebut tidak menjadi gigi melainkan menjadi sel-sel otak,” kata Dr. Ellis.

“Sel-sel saraf yang telah kami kembangkan dari sel-sel punca gigi tidak identik dengan sel-sel saraf normal, tetapi sel-sel tersebut memiliki sifat yang sangat mirip dengan neuron. Sel-sel tersebut juga membentuk jaringan yang kompleks dan berkomunikasi melalui aktivitas listrik sederhana, seperti yang terjadi pada tahap awal perkembangan sel-sel di otak,” jelas Dr. Ellis.

Hasil dari penelitian ini membuka potensi untuk menganalisis gangguan otak lainnya yang lebih sering terjadi di laboratorium. Sehingga dapat membantu mengembangkan pengobatan dan metode baru untuk pasien.

Referensi Jurnal :

Kylie M Ellis, David C O’Carroll, Martin D Lewis, Grigori Y Rychkov, Simon A Koblar. Neurogenic potential of dental pulp stem cells isolated from murine incisors. Stem Cell Research & Therapy, 2014; 5 (1): 30 DOI: 10.1186/scrt419.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here