Bhataramedia.com – Para peneliti dari Case Western Reserve telah menemukan bahwa protein yang sebelumnya ditemukan terlibat di dalam penyakit kanker dan psoriasis ternyata memiliki peran positif terhadap pembelajaran dan memori. Protein itu disebut fatty acid binding protein 5 (FABP5). Penemuan fungsi dari protein tersebut kemungkinan suatu hari nanti dapat berkontribusi kepada pengobatan dari gangguan kognitif. Penelitian ini diterbitkan di The Journal of Biological Chemistry edisi 2 Mei.

“Secara keseluruhan, data kami menunjukkan bahwa FABP5 meningkatkan fungsi kognitif dan kekurangan FABP5 dapat merusak fungsi belajar dan memori di wilayah hippocampus otak. Kami percaya jika kami dapat menemukan cara untuk meningkatkan ekspresi FABP5 di otak, kami kemungkinan dapat memiliki suatu pengobatan terapeutik terhadap disfungsi kognitif atau gangguan memori pada manusia yang diakibatkan oleh beberapa jenis penyakit,” kata penulis senior studi ini, Noa Noy, Ph.D., yang juga merupakan seorang profesor farmakologi di School of Medicine.

Protein FABP5 berada di banyak jaringan dan banyak diekspresikan di dalam otak. Noy dan rekan-rekannya ingin memahami bagaimana protein FABP5 berfungsi di dalam saraf (neuron). Mereka melakukan studi pencitraan yang membandingkan aktivasi dari faktor transkripsi kunci di dalam jaringan otak tikus normal dan pada tikus yang kekurangan FABP5. Faktor transkripsi adalah protein yang mengontrol aliran informasi genetik. Hasil pengamatan mengungkapkan bahwa FABP5 memiliki dua fungsi yang berbeda di dalam neuron. Fungsi yang pertama adalah memfasilitasi degradasi endocannabinoids, yang merupakan modulator neurologis yang mengendalikan nafsu makan, sensasi nyeri, suasana hati dan memori. Fungsi yang kedua adalah mengatur ekspresi gen, suatu proses yang pada dasarnya memberikan perintah-perintah mengenai struktur, penampilan dan fungsi sel.

“FABP5 meningkatkan pembelajaran dan memori karena mengirim endocannabinoids ke dalam mesin seluler yang mendegradasi endocannabinoids. Selain itu, FABP5 juga mengangkut senyawa untuk faktor transkripsi yang meningkatkan ekspresi gen yang berkaitan dengan kognisi,” ujar Noy, seperti dilansir laman Case Western Reserve University (2/5/2014).

Meskipun endocannabinoids mempengaruhi banyak proses fisiologis penting, kata “cannabinoid” menandakan bahwa senyawa biologis alami ini bertindak menyerupai obat-obatan seperti ganja. Terlalu banyak endocannabinoid dapat menyebabkan gangguan belajar dan memori.

Di dalam istilah sederhana, FABP5 mengangkut endocannabinoids untuk diproses. Protein FABP5 berfungsi seperti bus. Protein ini membawa endocannabinoid otak dan produk biologisnya menuju dua “stasiun” di dalam sel saraf (neuron). FABP5 menangkap endocannabinoid yang memasuki neuron dan mengirimkan endocannabinoid menuju enzim yang mendegradasinya (stasiun 1). Kemudian, produk yang terdegradasi “dijemput” oleh protein yang sama (FABP5) dan secara khusus dikirimkan menuju faktor transkripsi di dalam inti sel (stasiun 2). Pengikatan produk yang telah terdegradasi mengaktifkan faktor transkripsi dan memungkinkan faktor transkripsi untuk menginduksi ekspresi berbagai jenis gen. Di dalam hal ini, gen-gen yang diinduksi akan memberitahu sel untuk mengambil langkah-langkah yang mempromosikan pembelajaran dan memori.

Noy dan rekan-rekannya juga membandingkan memori dan pembelajaran pada tikus yang kekurangan FABP5 dan tikus normal. Di dalam suatu percobaan, kedua kelompok tikus ditempatkan pada labirin berair yang memiliki pijakan pada suatu lokasi untuk keluar dari labirin tersebut. Setelah berkali-kali berenang, tikus normal mencapai pijakan lebih cepat karena mereka telah belajar dan mengingat lokasinya. Sedangkan tikus yang kekurangan FABP5 membutuhkan waktu lebih lama, dan biasanya mereka menemukan lokasi pijakan secara kebetulan.

“Selain mengatur pertumbuhan sel seperti pada sel-sel kulit dan sel-sel kanker, FABP5 juga memainkan peran kunci di dalam neuron otak,” kata Noy. “FABP5 mengontrol tindakan biologis senyawa kecil yang mempengaruhi memori dan pembelajaran, serta mengaktifkan faktor transkripsi yang mengatur fungsi saraf,” tambah Noy.

Referensi Jurnal :

S. Yu, L. Levi, G. Casadesus, G. Kunos, N. Noy. Fatty Acid-binding Protein 5 (FABP5) Regulates Cognitive Function Both by Decreasing Anandamide Levels and by Activating the Nuclear Receptor Peroxisome Proliferator-activated Receptor  /  (PPAR / ) in the Brain. Journal of Biological Chemistry, 2014; 289 (18): 12748 DOI: 10.1074/jbc.M114.559062.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here