Bhataramedia.com – Berdasarkan studi terbaru yang dilakukan para peneliti di Harvard School of Public Health (HSPH), orang-orang yang meningkatkan jumlah konsumsi kopi setiap harinya lebih dari 1 cangkir selama 4 tahun mempunyai resiko terkena penyakit diabetes tipe 2 lebih rendah 11% daripada mereka yang kurang mengkonsumsi kopi. Studi tersebut juga menemukan adanya peningkatan resiko diabetes tipe 2 sebesar 17% pada mereka yang mengurangi konsumsi kopi lebih dari 1 cangkir per hari.

“Temuan kami mengkonfirmasi studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi kopi berkaitan dengan menurunnya resiko penyakit diabetes tipe-2”, kata Shilpa Bhupathiraja, penulis dan peneliti di Department of Nutrition, HSPH. “Yang paling penting, mereka menemukan bukti baru bahwa perubahan pola konsumsi kopi dapat mempengaruhi resiko diabetes tipe-2 dalam waktu yang relatif singkat”.

Studi ini dimuat secara online Kamis, 24 April 2014 di Diabetologia (the journal of the European Association for the Study of Diabetes). Para peneliti menganalisis data pada konsumsi kopi berkafein dan tanpa kafein, serta konsumsi teh berkafein pada 48.464 wanita dalam the Brigham and Women’s Hospital based Nurses Health study (1986-2006), 47.510 wanita dalam Nurses’ Health Study II (1991-2007), and 27.759 pria dalam the Health Professionals Follow-up Study (1986-2006). Partisipan diet dievaluasi setiap 4 tahun sekali dengan kuesioner, penderita diabetes tipe-2 diberikan kuesioner tambahan. Sebanyak 7.269 kasus diabetes tipe-2 telah didokumentasikan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang meningkatkan konsumsi kopi lebih dari 1 cangkir per hari (perubahan median=1,69 cangkir/hari) selama 4 tahun mempunyai resiko terkena penyakit diabetes 11% lebih rendah daripada mereka yang tidak meningkatkan jumlah konsumsi kopi (secangkir kopi berisi 8 ons kopi hitam dengan sedikit tambahan gula dan/atau susu). Mereka yang menurunkan konsumsi kopi sehari-hari lebih dari 1 cangkir (perubahan median = 2 cangkir/hari) 17% lebih rentan terhadap resiko penyakit diabetes tipe 2. Perubahan dalam konsumsi kopi tanpa kafein dan konsumsi teh tanpa kafein tidak berkaitan dengan perubahan resiko diabetes tipe 2.

“Temuan tersebut lebih lanjut menunjukkan adanya manfaat kesehatan kopi bagi kebanyakan orang,” kata Frank Hu, penulis senior dan Profesor Gizi dan Epidemiologi di HSPH. Tetapi kopi hanyalah salah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi resiko diabetes, yang terpenting setiap individu harus mengatur berat badan dan aktif secara fisik. Penelitian ini didukung oleh Hibah Penelitian dari National Institute of Health. Penelitian Shilpa Bhupathiraja didukung oleh Hibah Postdoctoral Fellowship dari American Health Association.

Referensi Jurnal :

Shilpa Bhupathiraju et al. Changes in coffee intake and subsequent risk of type 2 diabetes: three large cohorts of US men and women. Diabetologia, April 2014 DOI: 10.1007/s00125-014-3235-7.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here