Bhataramedia.com – Biogas hingga saat ini telah dikenal memiliki banyak manfaat. Selain dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan memasak, biogas juga dapat menghasilkan tenaga setelah menjalani proses tertentu. Sejumlah peneliti UGM yang tergabung di dalam kelompok Sains untuk Rakyat telah melakukan penelitian untuk memproses biogas dan menyimpannya di dalam sebuah tabung untuk menghasilkan mesin berbasis bahan bakar.

Kelompok peneliti tersebut terdiri dari Wiratni, S.T., M.T, Ph.D., Dr. Ir. Aswati Mindaryani, M.Sc., Ir. Imam Prasetyo, M.Eng., Ph.D., Teguh Ariyanto, S.T., M.Eng., Jayan Sentanuhady, S.T., M.Eng., Ph.D., serta juga didukung oleh Anies Mutiari dari LIPI Bandung dan Daniel Tanto dari UD Santosa Teknik Klaten.

Wiratni mengatakan bahwa proses produksi biogas bukanlah hal yang baru. “Meskipun banyak pengguna biogas, teknologi ini tidak berlangsung lama karena kurangnya insentif bagi pengguna. Banyak reaktor biogas berasal dari hibah, sehingga penggunanya kurang tanggung jawab,” kata Wiranti, seperti dilansir laman UGM (28/4/2104).

Biogas yang hanya digunakan untuk memasak saja tidak akan bersifat ekonomis. Dengan demikian, Wiratni dan rekan-rekannya telah berusaha sejak tahun 2010 untuk memproses biogas yang mampu menghasilkan tenaga untuk industri kecil. Tim peneliti bertujuan untuk mengubah biogas menjadi energi listrik yang dapat disimpan di dalam tabung atau tangki .

Sebelum dapat diaplikasikan pada teknologi ini, biogas harus dimurnikan terlebih dahulu dari kandungan karbondioksida, uap dan hidrogen sulfida. Senyawa-senyawa yang terkandung di dalam biogas tersebut dapat menyebabkan korosi dan mengurangi nilai kalor. Para peneliti menyatakan bahwa mereka dapat memurnikan biogas (metana) hingga 80%.

Tim peneliti menggabungkan kompresi dan sistem adsorpsi untuk menghindari tekanan yang tinggi pada saat penyimpanan biogas. Metan yang memiliki sifat mudah terbakar akan meningkatkan risiko ledakan selama kompresi. Selain itu, tekanan yang tinggi juga akan memicu kebocoran.

Saat ini, tabung biogas yang dikembangkan oleh para peneliti belum menjalani penelitian lebih lanjut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here