Bhataramedia.com – Bayi prematur berada pada peningkatan risiko penyakit gastrointestinal berpotensi mematikan yang disebut necrotizing enterocolitis atau NEC. Studi yang dilakukan oleh para peneliti di Rumah Sakit Anak Los Angeles menunjukkan bahwa protein yang disebut neuregulin-4 (NRG4) yang hanya terdapat di dalam ASI, dapat melindungi terhadap kerusakan usus yang disebabkan di NEC. Hasil penelitian mereka dipublikasikan secara online pada tanggal 9 September di American Journal of Pathology.

Tiga puluh persen dari bayi dengan NEC meninggal karena penyakit tersebut dan bahkan korban dapat menghadapi konsekuensi seumur hidup yang kemungkinan termasuk penghilangan bagian dari usus dan ketergantungan pada nutrisi intravena. Pemberian susu formula merupakan faktor risiko yang diketahui untuk penyakit ini.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa tanpa protein NRG4 yang ditemukan di dalam ASI, mekanisme perlindungan normal untuk usus yang belum matang kemungkinan hilang,” kata Mark R. Frey, Ph.D., peneliti utama studi tersebut, dari Saban Research Institute of Children’s Hospital Los Angeles. “Jika bayi yang diberi susu formula bertemu dengan pemicu NEC seperti infeksi usus atau cedera, bayi tersebut kemungkinan berada pada peningkatan risiko untuk kondisi yang mengancam jiwa,” lanjut Frey.

Para peneliti melakukan serangkaian penelitian menggunakan model tikus, serta analisis in vitro dan pemeriksaan ASI manusia dan jaringan usus bayi. Tikus yang diberi susu formula mengembangkan kondisi yang mirip dengan NEC, tetapi tikus yang menerima susu formula ditambah NRG4 terlindungi dari kerusakan usus. Begitu juga dengan sel-sel usus yang dikultur di laboratorium yang dipapar dengan bakteri peyebab NEC pada manusia. Percobaan ini menunjukkan bahwa NRG4 mengikat secara khusus dengan reseptor yang ditemukan di usus (ErbB4) untuk memblokir kerusakan inflamasi usus. Selain itu, NRG4 hanya ada di dalam sampel ASI manusia tetapi tidak ada di dalam susu formula.

Penyakit NEC pada manusia ditandai dengan hilangnya sel-sel usus khusus, yang disebut sel-sel Paneth. Sel ini terletak di seluruh usus kecil dan berfungsi melindungi organ dari kerusakan mikroba. Sel-sel Paneth juga mempertahankan sel-sel punca (stem cell) usus yang diperlukan untuk pembaharuan terus-menerus dari lapisan usus. Pada model tikus dengan NEC, para peneliti menunjukkan bahwa NRG4 mencegah hilangnya sel-sel Paneth.

“Kami menemukan protein pelindung di dalam ASI dengan reseptor yang terletak di usus,” kata Frey, yang juga seorang asisten profesor Pediatrics and Biochemistry & Molecular Biology di Keck School of Medicine dari University of Southern California.

“Mengingat bahwa NEC adalah masalah klinis yang signifikan tanpa pengobatan yang efektif, kami berencana untuk mengevaluasi potensi terapeutik NRG4 terhadap NEC,” ujar Frey, seperti dilansir Children’s Hospital Los Angeles Saban Research Institute (9/9/2014).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here