Bhataramedia.com – Menurut studi terbaru, orang-orang yang menghabiskan lebih sedikit waktu tidur dapat meningkatkan risiko demensia, menurut sebuah studi baru.

Orang-orang cenderung memiliki tidur yang buruk seiring dengan bertambahnya usia mereka dan menghabiskan lebih sedikit waktu di tidur nyenyak, yang juga dikenal sebagai tidur gelombang lambat. Tidur gelombang lambat penting di dalam pengolahan kenangan baru dan mengingat fakta-fakta.

Dilansir Newsmax Health (11/12/2014), para peneliti yang berbasis di Honolulu melakukan penelitian pada 167 orang Jepang-Amerika dengan usia rata-rata 84 tahun. Subyek diberi tes tidur dan kemudian diikuti sampai semua dari mereka telah meninggal.

Subyek pebelitian telah diklasifikasikan sesuai dengan berapa banyak oksigen yang telah diterima otak mereka selama tidur. Selama tidur gelombang lambat, otak akan lebih banyak mendapatkan oksigen.

Setelah mereka meninggal, otopsi dilakukan untuk melihat perubahan di dalam otak mereka, seperti kelainan atau hilangnya sel-sel otak yang dapat menunjukkan penyakit Alzheimer dan penyakit “Lewy body” yang menyebabkan demensia.

Studi ini menemukan bahwa orang dengan tingkat oksigen terendah di dalam otak mereka, empat kali lebih mungkin untuk memiliki jenis perubahan otak yang terkait dengan pengembangan demensia.

Penelitian ini dipublikasikan secara online di jurnal Neurology.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here