Bhataramedia.com – Terapi tertarget merupakan bidang yang inovatif dan terus berkembang di dalam perawatan kanker. Terapi ini menggunakan obat-obatan atau zat-zat tertentu yang dirancang untuk mengganggu gen atau molekul yang mengontrol pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel-sel kanker.

Saat ini, para ilmuwan di Virginia Commonwealth University Massey Cancer Center dan VCU Institute of Molecular Medicine (VIMM) telah mengidentifikasi interaksi baru antara microRNA dan gen yang dapat menyebabkan terapi baru untuk bentuk paling umum dan mematikan dari kanker otak, glioma ganas (malignant glioma).

Di dalam penelitian yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal Neuro-Oncology, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Luni Emdad, M.B.B.S, Ph.D., dan Paul B. Fisher, M.Ph., Ph.D., memberikan bukti pertama dari sebuah hubungan penting antara mikroRNA tertentu (mir-184) dan gen yang mempromosikan kanker (SND1) di dalam regulasi glioma ganas. mir-184 telah dikenal dapat menekan perkembangan tumor dengan mengatur berbagai gen yang terlibat di dalam pertumbuhan kanker, sedangkan SND1 telah terbukti memainkan peran penting di dalam pengembangan kanker payudara, usus besar, prostat dan kanker hati.

Melalui serangkaian percobaan praklinis, tim peneliti menunjukkan bahwa peningkatan ekspresi mir-184 memperlambat pertumbuhan dan karakteristik invasif sel glioma melalui pengaturan langsung terhadap SND1. Selain itu, mereka menunjukkan bahwa penurunan kadar SND1 menyebabkan penurunan kadar STAT3, gen yang telah terbukti untuk mempromosikan karakteristik yang paling mematikan dari kanker otak.

“Pasien yang menderita tumor otak membutuhkan terapi yang lebih maju,” kata Fisher, Thelma, ketua Depertment of Human and Molecular Genetics at VCU School of Medicine di VCU School of Medicine dan direktur VIMM.

“Kami berharap bahwa pemahaman baru mengenai hubungan antara mir-184 dan SND1 akhirnya akan mengarah pada pengembangan obat baru yang mengurangi ekspresi SND1 dan meningkatkan hasil pengobatan pada pasien,” lanjut Fisher, seperti dilansir Virginia Commonwealth University (11/12/2014).

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kadar miR-184 luar biasa rendah di dalam sampel jaringan dari pasien dengan kanker otak (glioma) ganas. Dengan menggunakan teknik analisis komputer canggih yang dirancang untuk mempelajari dan memproses data biologis, para peneliti mengidentifikasi SND1 di antara beberapa gen lainnya yang diregulasi oleh mir-184.

Dengan mengetahui SND1 terlibat di dalam berbagai kanker dan setelah sebelumnya ditetapkan perannya di dalam kanker hati, Emdad, Fisher dan rekan-rekan mereka mempelajari hubungan ini lebih lanjut. Mereka menegaskan rendahnya tingkat ekspresi mir-184 di dalam sampel jaringan manusia dan kultur sel glioma, serta peningkatan ekspresi SND1 dibandingkan di dalam jaringan otak normal. Para peneliti kemudian menggunakan data dari database publik tumor otak yang disebut REMBRANDT, para peneliti menegaskan bahwa pasien dengan tingkat yang lebih rendah dari SND1 bertahan lebih lama dibandingkan pasien dengan ekspresi SND1 yang tinggi.

“Kami masih memiliki banyak tantangan untuk diatasi sebelum memiliki terapi yang siap untuk penggunaan klinis. Namun, ini adalah langkah pertama yang signifikan di dalam proses tersebut,” kata Emdad, anggota dari program penelitian Cancer Molecular Genetics, asisten profesor di Department of Human and Molecular Genetics dan anggota VIMM t.

“Penelitian selanjutnya akan bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara SND1 dan STAT3, mengidentifikasi mikroRNA tambahan yang mungkin relevan dengan glioma ganas dan mengeksplorasi efek dari obat yang menghalangi ekspresi SND1 di dalam model praklinis yang lebih maju,” kata Emdad.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here