Bhataramedia.com – Kelelahan dapat disebabkan oleh banyak hal seperti; stres fisik dan mental, gangguan irama sirkadian dan penyakit. Sebagai contoh, kita semua mengalami rasa kelelahan yang akan hilang setelah berhari-hari atau berminggu-minggu setelah kita menderita flu.

Sayangnya, penyebab kelelahan setelah infeksi virus tidak dipahami dengan baik. Kelelahan yang terjadi setelah infeksi virus sebelumnya diduga disebabkan oleh demam. Akan tetapi, melalui suatu terobosan penelitian yang diterbitkan di jurnal PLoS ONE, para ilmuwan dari RIKEN Center for Life Science Technologies telah menggunakan model hewan untuk menunjukkan bahwa sensasi kelelahan tidak disebabkan oleh demam, tetapi oleh peradangan jaringan otak (neuroinflamasi otak).

Ketika tikus disuntik dengan senyawa yang meniru aktivitas infeksi virus, tikus tersebut mengalami demam sementara dan penurunan aktivitas selama berhari-hari, dengan cara yang menyerupai infeksi flu. Dengan memberikan hewan obat anti-demam, para ilmuwan mampu menunjukkan bahwa sensasi kelelahan bersifat independen dari demam karena hewan menunjukkan penurunan aktivitas, bahkan ketika demam telah sembuh.

Para peneliti kemudian menunjukkan bahwa sensasi kelelahan dimediasi oleh interleukin-1β, sitokin yang bertindak sebagai mekanisme sinyal selular di dalam tubuh. Sitokin ini mempengaruhi sistem saraf pusat, menyebabkan tekanan kepada aktivitas spontan yang terjadi setelah infeksi virus. Durasi kelelahan ditentukan oleh interaksi antara interleukin-1β dan interleukin-1 antagonis reseptor. Interleukin-1 antagonis reseptor diproduksi di otak dan menekan peradangan dengan menghalangi aksi dari interleukin 1β. Para penulis juga menunjukkan bahwa mengurangi aktivitas interleukin-1 antagonis reseptor di otak dapat menunda pemulihan dari penurunan aktivitas spontan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan produksi interleukin-1 antagonis reseptor di otak dapat menginduksi peradangan saraf kronis yang mengarah pada sensasi kelelahan. Penelitian ini berpotensi mengarah pada pengembangan terapi untuk mengurangi peradangan saraf, sehingga dapat menghilangkan kelelahan pada pasien.

Penelitian ini diterbitkan di PLoS ONE DOI: 10.1371/journal.pone.0090950

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here