Bhataramedia.com – Situs berita Guardian melaporkan bahwa para insinyur sedang mempersiapkan ledakan untuk menghilangkan puncak gunung di Chile. Ledakan tersebut bertujuan untuk membuka lahan bagi penempatan European Extremely Large Telescope (E-ELT).

Teleskop tersebut merupakan yang pertama dari jenisnya. Seperti dilansir dari Nature World News (21/4/2014), E-ELT akan ditempatkan di atas reruntuhan Cerro Armazone yang mendominasi puncak pegunungan Chile Coast Range sebelah utara dari Santiago. Dari sana, peneliti dapat melihat planet-planet di luar tata surya kita.Akan tetapi, hal yang pertama kali harus dilakukan ialah “memenggal” puncak gunung setinggi 10.000-kaki.

“Kami akan meledakan puncak gunung dengan dinamit dan kemudian membawa pergi puing-puingnya,” kata insinyur Gird Hudepohl. “Kami akan mengambil sekitar 80 kaki (24 meter) dari atas gunung untuk menciptakan dataran tinggi dan setelah kami melakukan itu, kami akan membangun teleskop terbesar di dunia di sana.”

Setelah selesai dibangun, E-ELT akan memiliki lensa sepanjang 39 meter, sehingga memungkinkan para ilmuwan untuk “mengintip” ke luar angkasa lebih jauh dibandingkan perangkat astronomi lainnya.

Lensa utamanya akan terbuat dari hampir 800 segmen harus selaras dengan presisi mikroskopis. Lensa tersebut akan memiliki diameter sebesar 1,4 meter, tetapi dengan ketebalan hanya beberapa sentimeter.

Empat instrumen raksasa yang ada pada E-ELT telah diberi nama Antu (Matahari), Kueyen (Bulan), Melipal (Lintang Selatan) dan Yepun (Venus). Nama-nama tersebut diambil dari bahasa orang-orang Mapuche Chile.

Puncak gunung merupakan tempat yang ideal untuk pengamatan luar angkasa dengan menggunakan teleskop karena memiliki temperatur yang kering dan rendahnya tetesan air dari atmosfer. Kedua hal tersebut merupakan faktor penting di dalam pengamatan luar angkasa.

“Jika anda membangun teleskop di tempat yang suasananya benar-benar kering, anda akan mendapatkan gambaran terbaik dari luar angkasa. Tidak ada tempat lain di bumi yang memiliki udara sekering tempat ini,” kata astronom dari Universitas Cambridge, Profesor Gerry Gilmore.

Ketika selesai dibangun sekitar tahun 2025, teleskop dengan berat 2.700 ton dan bernilai lebih dari $ 1.000.000.000.000 tersebut akan ditempatkan di kubah dengan ketinggian 74 meter dan dioperasikan oleh para astronom yang bekerja 20 kilometer jauhnya di Paranal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here