Bhataramedia.com – Para ahli saraf (neurosaintis) telah menemukan jalur di dalam otak yang mendasari perilaku emosional penting untuk kelangsungan hidup.

Penelitian baru dari University of Bristol yang diterbitkan di Journal of Physiology, telah mengidentifikasi rantai hubungan saraf yang menghubungkan pusat sirkuit “survival” di otak ke sumsum tulang belakang. Hubungan tersebut menyebabkan tubuh “membeku” pada saat mengalami ketakutan.

Dengan memahami bagaimana jalur saraf pusat tersebut bekerja merupakan langkah mendasar untuk mengembangkan pengobatan yang efektif untuk gangguan emosi seperti kecemasan, serangan panik dan fobia.

Ada suatu wilayah di otak yang dikenal sebagai PAG (periaqueductal grey). Wilayah tersebut bertanggung jawab mengenai bagaimana manusia dan hewan menanggapi bahaya. Selain itu, PAG juga dapat memicu beberapa jenis respon seperti pembekuan, detak jantung yang tinggi, peningkatan tekanan darah dan keinginan untuk lari atau melawan.

Seperti dilansir laman University of Bristol (23/4/2014), penelitian terbaru ini telah menemukan jalur otak yang mengarah dari PAG ke bagian tertentu dari otak kecil, yang disebut pyramis. Penelitian ini menunjukkan bahwa pyramis terlibat di dalam menghasilkan perilaku “membeku” ketika jaringan survival sentral diaktifkan pada saat seseorang dilahirkan dan belajar mengenai situasi yang mengancam.

Pyramis dapat berfungsi sebagai titik konvergensi penting dari jaringan hidup yang berbeda untuk bereaksi terhadap situasi emosional yang menantang.

Dr. Stella Koutsikou, penulis pertama dari studi ini dan seorang Research Associate di School of Physiology and Pharmacology University of Bristol, mengatakan: “Ada konsensus yang berkembang bahwa pemahaman terhadap sirkuit saraf yang mendasari perilaku takut merupakan langkah mendasar untuk mengembangkan pengobatan yang efektif terhadap perubahan perilaku yang berhubungan dengan gangguan emosional. “

Bridget Lumb, seorang Profesor di bidang Sistem Ilmu Saraf, menambahkan: “Pekerjaan kami memperkenalkan konsep baru bahwa otak kecil merupakan target yang menjanjikan sebagai strategi terapi untuk mengelola disregulasi kondisi emosional seperti gangguan panik dan fobia,”

Para peneliti yang terlibat di dalam penelitian ini adalah semua anggota dari Bristol Neuroscience yang merupakan salah satu komunitas ahli saraf terbesar di Inggris.

Profesor Richard Apps mengatakan “Penelitian ini adalah contoh yang bagus karena Bristol Neuroscience dapat menyatukan keahlian di dalam berbagai bidang ilmu saraf untuk memahami wawasan baru yang menarik di dalam fungsi otak.”

Referensi Jurnal :

Stella Koutsikou, Jonathan J. Crook, Emma V. Earl, J. Lianne Leith, Thomas C. Watson, Bridget M. Lumb, Richard Apps. Neural substrates underlying fear-evoked freezing: the periaqueductal grey – cerebellar link. The Journal of Physiology, 2014; DOI: 10.1113/jphysiol.2013.268714.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here