Bhataramedia.com – “Sejumlah besar penelitian telah difokuskan mengenai bagaimana HIV beradaptasi dengan obat antivirus. Kami ingin mengambil langkah yang berbeda dengan menyelidiki bagaimana HIV menyesuaikan dengan inang (manusia), dari waktu ke waktu, “kata penulis studi ini Zabrina Brumme dari Simon Fraser University. Zabrina Brumme melakukan penelitian tersebut bersama dengan rekan-rekannya dari BC Centre for Excellence in HIV/AIDS, Harvard University, the New York Blood Center dan San Francisco Department of Public Health.

Seperti dilansir PLOS (24/4/2014), hasil studi yang menelusuri evolusi HIV di Amerika Utara dan telah dipublikasikan di PLOS Genetics tersebut telah menunjukkan bukti bahwa virus HIV perlahan-lahan beradaptasi di dalam inang manusia dari waktu ke waktu. Namun, perubahan tersebut bersifat bertahap sehingga tidak memiliki dampak pada desain vaksin HIV.

“HIV beradaptasi terhadap respon kekebalan tubuh dengan cara yang dapat diulang. Secara teori, hal tersebut dapat menjadi berita buruk bagi sistem kekebalan inang dan vaksin yang ada. Terlebih lagi, jika mutasi tersebut sudah tersebar di dalam populasi,” kata Brumme. “Sama halnya dengan resistensi obat yang ditularkan, transmisi mutasi terhadap sistem kekebalan dapat mengikis kemampuan kita untuk secara alami melawan HIV,” Tambah dia.

Para peneliti menandai urutan basa HIV dari pasien yang berasal dari tahun 1979 (awal terjadinya epidemi HIV di Amerika Utara) hingga saat ini. Analisis data yang memerlukan rekonstruksi yang sangat teliti dari RNA HIV dipimpin oleh trio mahasiswa pascasarjana dari SFU.

Tim peneliti merekonstruksi HIV “pertama” di Amerika Utara dan dari rekonstruksi tersebut mereka menilai penyebaran mutasi terhadap sistem kekebalan yang tertransmisi di dalam populasi.

“Secara keseluruhan, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa HIV beradaptasi dengan sangat lambat di Amerika Utara” kata Brumme. “Di belahan dunia lain dengan epidemi HIV yang lebih parah, tingkat adaptasi virus tersebut dapat lebih tinggi,” tambahnya.

Brumme mengatakan: “Kita sudah memiliki alat untuk mengekang HIV di dalam bentuk pengobatan dan kami terus mengembangkan vaksin dan obat untuk menyembuhkan HIV. Bersama-sama, kita dapat menghentikan HIV / AIDS sebelum virus tersebut merongrong kekebalan inang melalui adaptasi pada tingkat populasi.”

Referensi Jurnal :

Laura A. Cotton, Xiaomei T. Kuang, Anh Q. Le, Jonathan M. Carlson, Benjamin Chan, Denis R. Chopera, Chanson J. Brumme, Tristan J. Markle, Eric Martin, Aniqa Shahid, Gursev Anmole, Philip Mwimanzi, Pauline Nassab, Kali A. Penney, Manal A. Rahman, M.-J. Milloy, Martin T. Schechter, Martin Markowitz, Mary Carrington, Bruce D. Walker, Theresa Wagner, Susan Buchbinder, Jonathan Fuchs, Beryl Koblin, Kenneth H. Mayer, P. Richard Harrigan, Mark A. Brockman, Art F. Y. Poon, Zabrina L. Brumme. Genotypic and Functional Impact of HIV-1 Adaptation to Its Host Population during the North American Epidemic. PLoS Genetics, 2014; 10 (4): e1004295 DOI: 10.1371/journal.pgen.1004295.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here