Bhataramedia.com – Perbandingan data historis iklim telah menyebabkan para peneliti menyimpulkan bahwa polusi udara akibat manusia yang dihasilkan di Asia memiliki dampak pada lintasan badai Pasifik yang mempengaruhi cuaca di seluruh dunia.

Lintasan Badai Pasifik mengangkut panas dan kelembaban, sehingga bertindak sebagai elemen penting pada sirkulasi udara global.

Seperti dilansir laman Nature World News (15/4/2014), tim peneliti multidisiplin mendeskripsikan penelitian mereka di Prosiding National Academy of Sciences. Para peneliti mengatakan bahwa perbandingan yang mereka lakukan terhadap tingkat polusi udara dari tahun 1850 dan tahun 2000 merupakan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Skenario cuaca sebelum dan sesudah era industri ikut dipertimbangkan di dalam studi ini. Masa sebelum era industri diwakili oleh data tahun 1850 dan masa saat ini diwakili oleh data dari tahun 2000.

Dengan menggunakan pemodelan iklim global yang canggih, para peneliti menentukan bahwa aerosol antropogenik (aerosol yang dihasilkan oleh aktivitas manusia) berdampak pada pembentukan awan dan badai multi-lintang yang terkait dengan lintasan badai Pasifik.

“Tampaknya ada sedikit keraguan bahwa partikel-partikel dari Asia mampu mempengaruhi badai yang menyapu Pasifik dan pola cuaca di Amerika Utara dan seluruh dunia,” kata penulis studi Renyi Zhang dari Texas A&M’s Department of Atmospheric Sciences.

“Namun, model iklim menunjukkan kejelasan mengenai hal tersebut,” kata Zhang. “Aerosol yang terbentuk oleh aktivitas manusia melalui ekonomi Asia yang tumbuh dengan cepat memang berdampak pada pembentukan badai dan sirkulasi udara global. Aerosol yang dihasilkan cenderung membuat badai lebih kuat dan lebih intens, dan badai tersebut juga memiliki curah hujan yang lebih di dalamnya. Kami percaya bahwa penelitian ini merupakan yang pertama kalinya memberikan perspektif global mengenai hal tersebut.”

Aerosol yang dilepaskan ke atmosfer sebagai polusi dapat menyebarkan atau menyerap radiasi matahari dan mengubah formasi awan. Seiring meningkatnya aerosol di atmosfer, ada kekhawatiran yang muncul karena senyawa tersebut dapat berpengaruh terhadap sirkulasi udara global.

Para peneliti menemukan bahwa lintasan badai Pasifik semakin meningkat sebagai akibat polusi udara dari Asia.

“Hasil penelitian kami mendukung temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa partikel-partikel udara di atas Asia cenderung mempengaruhi pola cuaca global,” tambah Zhang. “Hal ini menunjukkan bahwa polusi udara dari daerah Asia dapat mempengaruhi cuaca bumi secara signifikan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here