Bhataramedia.com – Jika berbicara mengenai polutan seperti polychlorinated biphenyl (PCB) yang mencemari tubuh hewan, beruang kutub berada di puncak daftar hewan yang paling tercemar. Akan tetapi penelitian baru menunjukkan bahwa hiu Greenland ternyata mengandung polutan yang lebih tinggi dibandingkan beruang kutub.

Hiu Greenland merupakan salah satu spesies hiu terbesar yang pernah hidup. Hiu tersebut dapat tumbuh hingga panjang 7 meter dan beratnya mencapai satu ton, ukuran tersebut sebanding dengan hiu putih besar. Hiu Greenland hidup lebih jauh ke utara daripada spesies hiu lain dan dapat hidup selama 100 tahun, kata para peneliti.

Dalam upaya untuk melihat bagaimana polutan mempengaruhi hiu berumur panjang tersebut, tim peneliti dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU), Institut Kutub Norwegia dan Windsor University di Kanada telah menandai 43 ekor hiu Greenland yang hidup di perairan sekitar Svalbard, Spitsbergen.

Para peneliti melaporkan bahwa sampel yang diambil dari hati ikan hiu mengungkapkan konsentrasi tinggi dari PCB, brominated flame retardant (BFR) dan polutan lainnya.

“Kami pikir hal tersebut dapat terjadi karena pola diet hiu Greenlanda, karena hiu Greenland di sekitar Svalbard banyak memakan anjing laut. Anjing laut berada pada posisi rantai makanan yang cukup tinggi sehingga hal tersebut menyebabkan akumulasi polutan pada hiu Greenland,” kata Bjørn Munro Jenssen, seorang ahli biologi NTNU, seperti dilansir Nature World News (14/4/2014).

Para peneliti mengatakan bahwa hal tersebut juga dapat menjelaskan mengapa beruang kutub yang juga memakan hewan yang berada di posisi tinggi pada rantai makanan, cenderung memiliki konsentrasi polutan yang tinggi di dalam hati mereka.

Selain itu, karena hiu Greenland hidup sangat lama, semakin banyak polutan yang terakumulasi di dalam tubuh mereka dari waktu ke waktu.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan pada hiu Greenland tidak mengungkapkan tingkat kontaminasi yang tinggi, sehingga mendorong para peneliti untuk menyimpulkan bahwa habitat hiu Greenland ‘memiliki banyak andil terhadap polusi yang mereka konsumsi.

“Alasan kami menemukan konsentrasi polutan yang lebih rendah pada wilayah penelitian sebelumnya ialah karena hiu makan lebih sedikit anjing laut. Sedangkan pada hiu Greenland yang hidup di sekitar Svalbard, 43 persen dari individu-individu yang kami pelajari memiliki anjing laut di dalam perut mereka. Di Kanada, sekitar Islandia dan Greenland, kami menemukan anjing laut di dalam perut hiu Greenland hanya sekitar 14 persen dari individu-individu yang diamati. Di wilayah ini hiu Greenland memangsa hewan yang berada di bagian bawah rantai makanan, misalnya ikan, sehingga akumulasi polutan di dalam hiu tersebut tidak begitu tinggi, “kata Jenssen dalam sebuah pernyataan.

Jenssen dan rekan-rekannya percaya bahwa kontaminan menyebabkan menurunnya konsentrasi vitamin E dan meningkatnya konsentrasi vitamin A pada hiu Greenland.

“Penemuan ini sangat provokatif, karena secara tidak langsung menunjukkan bahwa kita, manusia, sangat rentan terhadap pengaruh polutan, terutama senyawa-senyawa yang menghambat hormon. Studi terhadap satwa liar memberikan kami informasi mengenai efek yang juga relevan bagi manusia, karena manusia juga menempati posisi puncak pada rantai makanan, “kata Jenssen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here