Bhataramedia.com – Kita semua tentunya masih ingat mengenai peristiwa bocornya radiasi nuklir di pembangkit nuklir Fukushima Dai-ichi akibat gempa bumi besar yang melanda Jepang. Para insinyur dari Massachusetts Institute of Technology menawarkan sebuah ide yang dapat mencegah bencana nuklir seperti itu tidak terulang kembali di masa depan. Para insinyur tersebut mengembangkan stasiun pembangkit listrik tenaga nuklir lepas pantai.

Insiden yang terjadi di Fukushima dipicu oleh gempa berkekuatan 9,0 SR yang menghasilkan tsunami yang menabrak pantai timur Jepang. Tsunami tersebut membanjiri pantai pembangkit nuklir Fukushima dan menyebabkan tiga inti reaktor meleleh. Tsunami dan gempa bumi menewaskan sekitar 19.000 orang, selain itu bencana nuklir yang terjadi mengakibatkan lingkungan di sekitarnya menjadi tercemar. Bencana tersebut membuat Jepang membutuhkan waktu yang lama untuk sepenuhnya pulih dari bencana.

Jacopo Buongiorno, seorang profesor ilmu nuklir dan teknik di MIT, menunjukkan bahwa bencana nuklir tersebut dapat diatasi dengan memasang reaktor nuklir yang mengambang di tengah laut sehingga meminimalkan dampak dari gempa bumi dan tsunami.

“Gagasan kami dapat memberikan beberapa keuntungan yang sangat penting,” kata Buongiorno, seperti dilansir Nature World News (17/4/2014). “Hal yang pertama ialah tsunami dan gempa bumi tidak lagi menjadi sumber risiko untuk pembangkit nuklir karena pada dasarnya lautan merupakan perisai gelombang seismik dan gelombang tsunami pada perairan yang relatif dalam, misalnya 100 meter. Sehingga kedua ancaman tersebut tidak menimbulkan bahaya yang berarti bagi reaktor nuklir.”

Buongiorno menambahkan bahwa lautan itu sendiri dapat digunakan sebagai “peredam panas” tak terbatas, sehingga akan selalu dapat mendinginkan peluruhan panas yang dihasilkan oleh reaktor nuklir, bahkan setelah reaktor dimatikan, seperti dilansir Nature World News (17/4/2014).

“Hal tersebut merupakan keuntungan besar sehubungan dengan reaktor nuklir terestrial yang pembuangan panas akhirnya tidak terjamin, seperti yang ditunjukkan di Jepang,” kata Buongiorno.

Reaktor nuklir apung dapat dibangun di dermaga dan diangkut ke laut saat selesai dibangun. Desain pada reaktor tersebut menggunakan teknologi rig pengeboran minyak laut dalam dan reaktor nuklir “light water”. Arus bawah laut akan membawa pergi energi yang diciptakan oleh reaktor nuklir.

Buongiorno mengatakan bahwa jika terjadi insiden pada reaktor nuklir apung, setidaknya tidak akan mendorong evakuasi massal seperti yang terjadi di Fukushima. Namun, dampak dari reaktor nuklir apung terhadap ekosistem dan kehidupan laut tidak disebutkan pada laporan yang dibuat.

Toru Obara, seorang profesor di Laboratorium Penelitian Reaktor Nuklir di Tokyo Institute of Technology yang tidak terlibat di dalam desain MIT mengatakan, “konsep itu sangat menarik dan menjanjikan.”

“Saya pikir secara teknis konsep tersebut sangat layak,” katanya di dalam sebuah pernyataan dari MIT. “Tentu saja, studi lebih lanjut diperlukan untuk mewujudkan konsep tersebut, tetapi penulis gagasan memiliki jawaban atas setiap pertanyaan dan jawaban yang realistis.”

Buongiorno dan rekan-rekannya mempresentasikan ide mereka minggu ini di American Society of Mechanical Engineers’ Small Modular Reactors Symposium.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here