Bhataramedia.com – Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Chemistry, para ilmuwan kemungkinan telah menemukan cara untuk memanfaatkan tenaga surya di malam hari.

Seperti dilansir Nature World News (18/4/2014), para peneliti dari MIT dan Harvard bekerja sama untuk mengembangkan “photoswitch” baru yang dapat memanfaatkan kekuatan dari sinar matahari untuk melepaskan energi pada siang atau malam hari.

“Molekul yang dikenal sebagai “photoswitch” tersebut dapat berubah menjadi dua bentuk yang berbeda, seolah-olah mereka memiliki engsel di tengah,” kata peneliti MIT di dalam siaran pers. “Paparan sinar matahari yang mengenai molekul-molekul tersebut menyebabkan molekul-molekul itu dapat menyerap energi dan berubah dari satu konfigurasi ke konfigurasi yang lain. Perubahan tersebut bersifat stabil untuk jangka waktu yang lama.”

Bagian terbaiknya ialah molekul-molekul tersebut sangat efisien di dalam menghasilkan “bahan bakar dari panas matahari,” namun molekul-molekul tersebut tidak menghasilkan gas rumah kaca yang berbahaya.

“Penemuan ini dapat mengubah seluruh industri pembangkit energi tenaga surya,” kata rekan penulis Jeffrey Grossman, seorang profesor di bidang ilmu dan teknik material.

Kemampuan photoswitch untuk menyalurkan cahaya dan panas menjadi energi membuka kemungkinan yang sangat luas. Grossman mengatakan bahwa ada banyak keluaran aplikasi selain energi listrik yang kemungkinan dapat dihasilkan dari tenaga surya, energi panas misalnya. Tidak seperti bahan bakar fosil yang dibakar dan kemudian dikonsumsi, energi ini dapat terus didaur ulang.

Penemuan ini merupakan tindak lanjut dari penelitian Grossman dan rekan-rekannya yang dilakukan tiga tahun lalu. Studi terdahulu menunjukkan hasil rancangan yang kurang maksimal. Pada rancangan kali ini, Grossman dan rekannya menambahkan molekul “photoswitching” yang disebut azobenzene ke dalam template nanotube karbon untuk mencapai hasil yang diinginkan.

“Hasil penelitian ini memberikan motivasi tambahan bagi para peneliti untuk merancang senyawa photocromic yang lebih baik dan material komposit yang mengoptimalkan penyimpanan energi matahari di dalam ikatan kimia,” kata Yosuke Kanai, asisten profesor kimia di University of North Carolina yang tidak terlibat dalam penelitian ini. Dia menambahkan bahwa temuan ini sangat mengejutkan dan luar biasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here