Bhataramedia.com – Dua psikolog dari Simon Fraser University telah membuat penemuan mengenai mekanisme pada otak yang dapat mengubah persepsi dokter dan pengobatan terhadap gangguan Attention Deficit Disorder (ADD).

Penemuan tersebut membuka kemungkinan bahwa faktor lingkungan atau genetik dapat menghalangi atau menekan aktivitas otak tertentu, sehingga dapat digunakan untuk mencegah gangguan tersebut.

Penelitian yang dilakukan oleh John McDonald, seorang profesor psikologi dan mahasiswa doktoralnya, John Gaspar, telah diterbitkan di Journal of Neuroscience

Studi in merupakan yang pertama kalinya mengungkapkan bahwa otak bergantung pada mekanisme tekanan aktif untuk menghindari gangguan oleh informasi yang tidak relevan ketika seseorang ingin fokus pada item atau tugas tertentu.

Penelitian ini didasarkan pada tiga eksperimen yang melibatkan 47 siswa untuk melakukan tugas pencarian visual yang membutuhkan “perhatian”. Rata-rata usia mereka ialah 21 tahun. Para peneliti mempelajari proses saraf mereka yang terkait dengan perhatian, distraksi dan tekanan dengan merekam sinyal listrik otak melalui sensor di dalam topi yang mereka kenakan.

McDonald dan ilmuwan lainnya merupakan yang pertama kali menemukan keberadaan indeks penekanan saraf tertentu di laboratoriumnya tahun 2009. Akan tetapi, sampai sekarang, hanya sedikit yang diketahui mengenai bagaimana keberadaan hal tersebut dapat membantu kita untuk mengabaikan gangguan visual.

“Penemuan ini merupakan hal yang penting bagi ahli saraf dan psikolog karena selama ini, sebagian besar ide-ide kontemporer mengenai “perhatian” menyoroti proses otak yang terlibat di dalam memilih benda-benda yang relevan dari bidang visual,” kata Gaspar, penulis utama studi tersebut, seperti dilansir Simon Fraser University (15/4/2014) .

“Hasil penelitian kami menunjukkan dengan jelas bahwa hal tersebut hanya salah satu bagian dari keseluruhan proses dan penekanan aktif dari obyek yang tidak relevan merupakan bagian penting lainnya.”

Mengingat perkembangan pesat perangkat elektronik yang dapat menimbulkan begitu banyak distraksi, psikolog mengatakan bahwa penemuan mereka dapat membantu para ilmuwan dan perawatan kesehatan profesional dapat lebih baik mengobati individu dengan penyakit yang terkait ADD.

“Distraksi merupakan penyebab utama dari cedera dan kematian di dalam berkendara dan hal-hal berisiko tinggi yang berhubungan dengan lingkungan sekitar,” kata McDonald, penulis senior studi tersebut. “Ada perbedaan di dalam kemampuan individu untuk menangani distraksi. Produk elektronik baru memang dirancang untuk menarik perhatian, untuk menekan hal tersebut memang membutuhkan usaha dan kadang-kadang orang tidak bisa melakukannya.

“Selain itu, gangguan yang berkaitan dengan defisit perhatian, seperti ADHD dan skizofrenia, kemungkinan dapat terjadi karena kesulitan di dalam “menekan” benda yang tidak relevan daripada kesulitan memilih yang relevan.”

“Ada bukti yang menunjukkan bahwa kemampuan memperhatikan seseorang menurun seiring dengan usia dan ternyata wanita lebih baik daripada pria di dalam melakukan tugas-tugas yang membutuhkan atensi visual tertentu,” kata Gaspar.

Para peneliti kini mengalihkan perhatian mereka untuk memahami bagaimana kita berurusan dengan distraksi. Mereka sedang melihat kapan dan mengapa kita tidak dapat menekan benda yang berpotensi mengganggu, apakah sebagian dari kita lebih baik dalam melakukannya dan mengapa itu terjadi.

Referensi Jurnal :

J. M. Gaspar, J. J. McDonald. Suppression of Salient Objects Prevents Distraction in Visual Search. Journal of Neuroscience, 2014; 34 (16): 5658 DOI: 10.1523/JNEUROSCI.4161-13.2014.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here