Beranda Health Mengenal Bakteri Penyebab Keratitis Kronis Pada Larutan Pembersih Lensa Kontak

Mengenal Bakteri Penyebab Keratitis Kronis Pada Larutan Pembersih Lensa Kontak

1134
Koloni Pseudomonas aeruginosa (kanan) dan Staphylococcus aureus (pigmen kuning) pada media Tryptic Soy Agar.
Koloni Pseudomonas aeruginosa (kanan) dan Staphylococcus aureus (pigmen kuning) pada media Tryptic Soy Agar. (Photo: HansN.)

Bhataramedia.com – Setiap tahun di Inggris, infeksi bakteri menyebabkan sekitar 6.000 kasus dari kondisi mata parah yang dikenal sebagai keratitis mikrobial. Keratitis mikrobial adalah suatu peradangan dan ulserasi kornea yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan penglihatan. Penggunaan lensa kontak telah diidentifikasi sebagai faktor risiko tertentu untuk terjadinya keratitis mikrobial. Penelitian baru, yang disajikan hari ini di Konferensi Tahunan Society for General Microbiology di Liverpool, menunjukkan bahwa strain bakteri yang berkaitan dengan infeksi keratitis yang lebih berat menunjukkan peningkatan ketahanan terhadap larutan disinfektan lensa kontak biasa.

Para peneliti dari The University of Liverpool dan The Royal Liverpool University NHS Trust telah menguji strain yang berbeda dari bakteri penyebab keratitis, Pseudomonas aeruginosa, karena kemampuan mereka untuk bertahan hidup di dalam larutan pembersih lensa kontak yang umum digunakan. Tim peneliti membandingkan sembilan strain klinis P. aeruginosa, yang diambil dari pasien rumah sakit di Inggris dengan P. aeruginosa strain 9027 yang biasa digunakan sebagai strain kontrol oleh produsen larutan disinfektan lensa kontak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar strain klinis yang diuji “tewas” dalam waktu 10 menit setelah direndam di dalam larutan lensa kontak. Namun, satu isolat klinis, P. aeruginosa strain 39016 yang terkait dengan kasus keratitis yang lebih parah dengan waktu penyembuhan yang lama, mampu bertahan selama lebih dari empat jam, jauh lebih lama dari strain kontrol P. aeruginosa strain 9027.

Ada lebih dari 3 juta orang di Inggris menggunakan lensa kontak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isolat klinis yang relevan dengan peningkatan ketahanan harus dimasukkan ketika menguji kemampuan larutan pembersih lensa kontak. Hal tersebut perlu dilakukan agar memastikan bahwa larutan pembersih lensa kontak yang digunakan cukup kuat untuk membunuh semua strain P. aeruginosa, seperti dilansir Society for General Microbiology (17/4/2014).

Profesor Craig Winstanley, yang memimpin penelitian ini, mengatakan: “keratitis mikrobial dapat memiliki dampak yang sangat besar bagi pasien. Sangat penting untuk menurunkan risiko terjadinya keratitis mikrobia pada pemakai lensa kontak dengan meningkatkan kemampuan larutan disinfektan lensa kontak.”

Kelompok peneliti berencana untuk menyelidiki isolat P. aeruginosa strain 39016 lebih lanjut agar dapat mengetahui seberapa besar peningkatan resistensinya dan untuk lebih memahami mekanisme yang mendasari hal tersebut. Pengetahuan akan hal tersebut dapat berpotensi untuk membantu mengembangkan prosedur disinfektan yang lebih efektif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here