Bhataramedia.com – Analisis penelitian menunjukkan bahwa diet yang kaya akan minyak zaitun, ikan dan biji-bijian yang dikenal sebagai diet Mediterania bukan hanya dapat menurunkan lemak, tetapi juga dapat membantu menunda diabetes.

Pasien diabetes tipe 2 kemungkinan berpikir bahwa diet rendah lemak sudah cukup untuk membantu mereka menuju gaya hidup sehat, tetapi studi yang dilakukan selama delapan tahun menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat menjauhkan penyakit pada waktu yang lebih lama.

“Semua orang berpikir bahwa lemak itu buruk, tetapi penelitian tersebut menunjukkan bahwa hal itu tergantung pada jenis lemak,” kata Dr. Leanne Olansky, seorang ahli endokrinologi di Klinik Cleveland yang tidak terlibat di dalam penelitian tersebut, kepada Reuters Health.

Dengan mengkonsumsi minyak zaitun, ikan, biji-bijian, kacang-kacangan dan unggas dapat memastikan keseimbangan kesehatan anda.

“Salah satu aspek utama dari diet Mediterania ialah persentase lemak harian yang lebih tinggi dari 30 persen kalori harian. Namun, lemak tersebut haruslah lemak tak jenuh tunggal, biasanya lemak tersebut bersumber dari minyak zaitun yang ada di cekungan Mediterania,” kata pemimpin penulis studi Katherine Esposito, seperti yang dilansir Nature World News (18/4/2014).

Esposito yang bekerja di Second University of Naples di Italia, terus memantau dua kelompok orang dari penelitian sebelumnya, satu kelompok melakukan diet Mediterania dan kelompok lain melakukan diet rendah lemak. Semua peserta mulai melakukan kedua jenis diet tersebut setelah pertama kali didiagnosa menderita diabetes tipe 2 di dalam upaya untuk mencegah penyakit dan juga menjaga kadar gula darah di bawah kontrol untuk selama mungkin.

Hasil penelitian kemudian menunjukkan bahwa kelompok yang melakukan diet mediterania memerlukan obat diabetes setelah delapan tahun, sedangkan kelompok yang melakukan diet rendah lemak memerlukan obat diabetes setelah 6 tahun.

“Meskipun kita tidak tahu persis mengenai faktor di dalam diet Mediterania yang membantu kontrol gula darah, ada kemungkinan jika hal tersebut berhubungan dengan tingkat yang lebih tinggi dari serat, daging merah, minyak zaitun dan ikan yang merupakan sumber protein baik dengan lemak tak jenuh,” kata Esposito.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Diabetes Care tersebut begitu menjanjikan. Mengingat sebagian besar pasien terus mematuhi diet Mediterania, kata peneliti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here