Bhataramedia.com – Teh hijau telah lama dikenal sebagai salah satu minuman yang baik untuk kesehatan. Sejak lama teh hijau dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan. Teh hijau juga banyak dikonsumsi baik sekedar untuk melengkapi waktu santai atau untuk mengurangi stres.

Dari berbagai studi, ternyata teh hijau terbukti memiliki manfaat yang besar untuk mengatasi gangguan perut, muntah, diare, sakit kepala, osteoporosis dan kanker tumor padat. Teh hijau juga banyak dimanfaatkan untuk membantu mengurangi berat badan. Bahkan banyak orang yang memanfaatkannya untuk mencegah berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker prostat, kanker usus besar, kanker lambung, kanker paru-paru, kanker tumor padat dan kanker kulit.

Selain berbagai manfaat di atas, studi terbaru telah menunjukkan manfaat lain dari teh hijau yang terkait dengan fungsi otak. Penelitian yang baru saja dilakukan oleh peneliti dari Universitas Basel, Swiss, membuktikan bahwa teh hijau mampu meningkatkan memori kerja pada otak. Memori kerja adalah sistem yang secara aktif berfungsi menyimpan dan memanipulasi potongan informasi jangka pendek di otak.

Teh memang dikenal sebagai minuman yang kaya antioksidan. Minuman kaya antioksidan juga terbukti mampu menjaga berat badan dan melawan kolesterol jahat. Peningkatan memori dan pencegahan terhadap penurunan kognitif juga erat kaitannya dengan minuman ini. Manfaat teh hijau terhadap memori dan kinerja koginitif ini juga pernah menjadi subjek penelitian peneliti Cina, Bai Yun. Penelitiannya telah diterbitkan dalam Food Science and Molecular Nutrition and Food Research pada bulan Juni 2012.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Basel telah diterbitkan di jurnal Psychopharmacology. Pada studi ini diperoleh bukti tambahan yang semakin menguatkan alasan untuk mengkonsumsi teh hijau. Penelitian ini dipimpin oleh Christoph Beglinger dari University Hospital of Basel dan Stefan Borgwardt dari Psychiatric University Clinics.

Pada penelitian tersebut, peneliti meminta sekelompok relawan yang sehat untuk mengkonsumsi minuman ringan dengan ekstrak teh hijau. Setelah itu, subjek penelitian diminta untuk menyelesaikan serangkaian tugas yang berhubungan dengan memori. Aktivitas otak subjek kemudian dianalisis menggunakan mesin MRI (magnetic resonance imaging). Peneliti mengamati peningkatan konektivitas yang terjadi antara frontal dan daerah otak parietal dari subjek penelitian yang sebelumnya telah diberi ekstrak teh hijau.

Seperti dilansir University of Basel (7/4/2014), dari pengamatan tersebut, ditemukan bahwa terjadi peningkatan konektivitas antara dua daerah otak tersebut berkorelasi positif dengan peningkatan kinerja dari tugas memori. Temuan ini membuktikan bahwa teh hijau memang terbukti mampu meningkatkan plastisitas (kemampuan otak untuk melakukan interkoneksi) sinaptik jangka pendek otak.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, ekstrak teh hijau ternyata memang dapat membantu subjek untuk mengingat lebih baik. Mereka juga mampu menggunakan informasi yang disajikan kepada mereka dengan lebih baik dibandingkan mereka yang tidak memperoleh ekstrak teh hijau. Penelitian tersebut tentunya masih dapat dikembangkan. Bahkan di masa yang akan datang, hasil penelitian ini bisa menjadi salah satu acuan untuk menilai efektivitas ekstrak teh hijau dalam mengobati demensia dan penyakit neuropsikiatri lainnya.

Dari penelitian tersebut, tentu khasiat teh hijau semakin terbukti, bukan hanya sekedar kepercayaan masyarakat saja. Teh hijau ternyata benar-benar terbukti meningkatkan fungsi otak. Teh hijau juga terbukti memiliki dosis kafein yang lebih terkontrol. Kandungan kafeinnya hanya sebesar 2% hingga 4%. Kandungan ini cukup untuk menstimulasi kewaspadaan dan kemampuan berpikir. Karena itulah ekstrak minuman teh hijau dinilai lebih baik dibandingkan kopi, terutama untuk memulai aktivitas sehari-hari.

Referensi Jurnal :

André Schmidt, Felix Hammann, Bettina Wölnerhanssen, Anne Christin Meyer-Gerspach, Jürgen Drewe, Christoph Beglinger, Stefan Borgwardt. Green tea extract enhances parieto-frontal connectivity during working memory processing. Psychopharmacology, 2014; DOI: 10.1007/s00213-014-3526-1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here