Bhataramedia.com – Sebagian besar kanker payudara biasanya diobati dengan memblokir “kecanduan” sel-sel kanker terhadap senyawa di dalam tubuh. Sebagai contoh, ada jenis sel-sel tumor payudara yang menggunakan estrogen dari tubuh untuk berkembang. Tetapi, bagaimana dengan kanker payudara yang tidak membutuhkan hormon untuk berkembang? Ada suatu jenis tumor payudara bernama “triple-negatif” yang sifat “kecanduannya” masih menjadi misteri sehingga membuat tumor subtipe ini sulit diobati.

Namun, studi dari University of Colorado Cancer Center yang dipresentasikan di American Association for Cancer Research (AACR) 2014 telah memamerkan obat baru yang aktif terhadap kanker payudara “triple-negatif”. Analisis terhadap mekanisme obat tersebut dapat meningkatkan pemahaman biologi mengenai kanker payudara yang bersifat agresif ini.

“Kami telah mengembangkan senyawa bernama AMPI-109 dan menunjukkan efektivitasnya di dalam studi awal pada kanker ginjal dan prostat. Pada awalnya, senyawa ini seolah-olah tidak aktif melawan kanker payudara, “kata James R. Lambert, PhD, peneliti di Pusat Kanker CU dan asisten profesor riset di CU School of Medicine, seperti dilansir University of Colorado Denver (10/4/2014). James bekerjasama dengan Dr. Rahul Ray, seorang ahli kimia organik sintetik, untuk mengembangkan senyawa ini.

Kanker payudara selama ini dikenal memiliki jenis yang sangat beragam. Uji awal AMPI-109 yang telah dilakukan terhadap salah satu bentuk kanker payudara menunjukkan hasil negatif. Namun, kelompok ilmuwan tersebut memutuskan untuk menyelidiki keefektifan obat terhadap semua subtipe kanker payudara yang telah dikenal. Secara mencolok, Lambert dan rekannya menemukan senyawa ini sangat efektif terhadap satu subtipe kanker payudara, yaitu kanker payudara tipe “triple-negatif”. Obat ini mampu memblokir pertumbuhan sel-sel kanker “triple negatif” sebanyak lebih dari 50 persen.

“Hasil tersebut sangat menarik,” kata Lambert, “kami tidak hanya memiliki obat yang berpotensi mengobati kanker payudara triple-negatif, tetapi kami juga mempunyai alat biokimia yang dapat digunakan untuk membedah dasar-dasar molekuler dari kanker payudara.”

Pada tahap awal penyelidikan mekanisme molekuler AMPI-109 pada kanker payudara triple negatif, kelompok ilmuwan melakukan skrining genetik fungsional genom secara keseluruhan pada kanker payudara. Para ilmuwan secara individual “mematikan” satu persatu gen di dalam sel kanker payudara sembari diberi perlakuan dengan obat tersebut. Identifikasi dari gen-gen non-aktif yang tahan terhadap terapi obat akan menunjukkan gen yang penting untuk efek obat terhadap sel kanker payudara.

“Gen yang menjadi kandidat utama dari percobaan tersebut adalah gen PTP4A3, gen ini juga terlibat sebagai onkogen (gen pemicu terjadinya kanker) pada kanker kolorektal dan hati,” kata Lambert. Dia menyimpulakan bahwa penelitian ini merupakan deskripsi pertama gen-PTP4A3 sebagai onkogen yang potensial di dalam konteks kanker payudara triple-negatif. Lambert bekerjasama dengan Dr. Christopher Porter, seorang assistant professor di CU School of Medicine untuk melakukan analisis ini.

Penelitian lebih lanjut dengan menggunakan pemodelan komputer untuk mengeksplorasi interaksi potensi protein PTP4A3 dengan obat AMPI-109 dilakukan oleh mahasiswa pascasarjana, Hamid Gari. Pemodelan yang dilakukan oleh Gari menunjukkan bahwa AMPI-109 mengikat ke situs katalitik dari protein PTP4A3 dan merusak kemampuannya untuk berfungsi. Hal ini menjadi bukti pertama mengenai onkogen kanker payudara triple-negative yang mungkin dapat ditargetkan dengan AMPI-109.

“Akan tetapi kami juga ingin mempelajari efek memblokir fungsi PTP4A3 di dalam sel,” kata Gari. Pada saat para ilmuwan memblokirn ekspresi gen PTP4A3 pada sel kanker payudara triple-negatif, mereka melihat penurunan 48 persen di dalam pertumbuhan sel kanker dan penurunan drastis kemampuan sel kanker untuk bermigrasi. Kemampuan sel kanker untuk bermigrasi merupakan ciri khas sel kanker untuk menyebar ke seluruh tubuh, atau metastasis.

“Data yang kami peroleh tidak hanya mengidentifikasi PTP4A3 sebagai onkogen potensial di dalam kanker payudara triple negatif, tetapi juga menawarkan bukti pertama yang melaporkan bahwa AMPI-109 dapat mencegah pertumbuhan dan kemampuan migrasi kanker payudara triple negatif dengan menargetkan PTP4A3. Selain itu, hasil penelitian ini memiliki implikasi klinis yang penting karena kita mungkin dapat menggunakan tingkat protein yang diekspresikan PTP4A3 sebagai penanda prediktif untuk menentukan pasien manakah yang merespon secara baik terhadap pengobatan AMPI-109,” kata Gari.

“Jika PTP4A3 ialah onkogen bagi kanker payudara triple negatif dan jika obat kami dapat menghambat mekanisme tersebut, maka penemuan kami memiliki implikasi klinis yang kuat terhadap populasi orang yang mengidap kanker payudara triple negatif,” kata Lambert .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here