Bhataramedia.com – Studi baru telah menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan penurunan risiko terhadap jenis umum kanker hati.

Menurut para peneliti di USC Norris Comprehensive Cancer Center di Los Angeles, semakin banyak seseoran minum kopi, semakin rendah risiko terserang karsinoma hepatoseluler (HCC).

HCC lebih banyak diderita pria daripada wanita. Penyebab kanker tersebut termasuk cedera hati atau sirosis yang mungkin terjadi akibat penyalahgunaan alkohol, penyakit autoimun, infeksi virus atau jumlah kelebihan zat besi dalam tubuh. Penelitian ini juga telah menunjukkan bahwa berolahraga dapat menurunkan resiko HCC.

Penelitian ini berdasarkan data dari 79.890 pria dan wanita. Kebiasaan diet dan gaya hidup peserta diamati selama rata-rata 18 tahun.

Analisis data menunjukkan bahwa orang yang minum 4-6 cangkir kopi per hari memiliki risiko 42 persen lebih rendah mengembangkan kanker hati.

“Asupan kopi telah disarankan untuk menurunkan risiko HCC di dalam studi epidemiologi, tetapi studi ini dilakukan di luar Amerika Serikat,” kata V. Wendy Setiawan, asisten profesor di Department of Preventive Medicine di Pusat Kanker USC Norris Comprehensive, Los Angeles, seperti dilansir dari naturewoldnews.com (12/4/2014).

“Data dari berbagai kelompok pria dan wanita dari berbagai etnis yang ditindaklanjuti selama 18 tahun menunjukkan hubungan respon yang signifikan secara statistik antara peningkatan konsumsi kopi dan penurunan risiko HCC,” tambah Setiawan di dalam rilis berita. “Sekarang kita dapat menambahkan HCC ke daftar penyakit medis yang dapat dicegah dengan asupan kopi. Selain HCC penyakit lainnya seperti Parkinson, diabetes tipe 2, dan stroke juga dapat dicegah dengan asupan kopi. Individu yang berisiko tinggi mengidap HCC harus didorong untuk mengkosumsi kopi secara harian.”

Para peneliti mengatakan bahwa hubungan antara konsumsi kopi dan HCC tetap berada pada level yang sama, bahkan setelah mereka memperhitungkan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian seperti jenis kelamin, usia, etnis, indeks massa tubuh dan seseorang yang mengidap diabetes.

Studi ini didanai oleh National Cancer Institute dan hasilnya dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan AACR 2014.

Beberapa studi lainnya juga telah menemukan manfaat dan bahaya minum kopi dan teh. Konsumsi kopi telah dikaitkan dengan insiden yang lebih rendah dari penyakit Parkinson (PD), mengurangi risiko terserang tipe umum kanker kulit dan meningkatkan kemungkinan hidup untuk waktu yang lama. Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa kopi dapat memperpendek umur seseorang (ada kelemahan pada penelitian ini).

Beberapa produk olahan kopi mengandung kadar kafein yang tinggi dan anda mungkin sudah mendapatkan semua kafein yang anda butuhkan untuk mempertahankan diet yang sehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here