Bhataramedia.com – Penelitian baru di bidang pengobatan kanker membuahkan hasil menggembirakan bagi penderita kanker payudara. Penelitian ini dilakukan oleh South Texas Accelerated Research Therapeutics di San Antonio yang dipimpin oleh Dr. Amita Patnaik. Pada studi ini, pemakaian obat kanker payudara terbukti dapat menghambat pertumbuhan kanker dan tumor hingga 30 persen. Cara pengobatan kanker ini merupakan metode baru yaitu dengan konsumsi obat dalam bentuk pil bemaciclib. Penemuan ini tentunya sangat bermanfaat bagi keberlangsungan hidup para penderita kanker payudara. Karena obat ini akan menolong kaum wanita yang menderita kanker payudara.

Pemakaian obat ini sangat efektif untuk segala tipe umum kanker payudara, yang biasa disebut kanker payudara dengan reseptor positif hormon. Hal ini karena kanker pada tipe ini berkembang sebagai respon terhadap hormon estrogen dan hormon progesteron. Penelitian ini melibatkan lebih dari 132 wanita. Separuh dari mereka telah berhasil mengendalikan pertumbuhan kanker dan mengalami penyusutan tumor. Para peserta riset ini mengonsumsi pil bemaciclib dengan dosis dua kali sehari secara rutin. Hasilnya sebanyak 47 dari peserta penelitian ini yang mengonsumsi bemaciclib merasakan hasil nyata. Padahal sebelumnya mereka telah melakukan tindakan pengobatan hingga tujuh kali, tapi tidak mendapatkan hasil memuaskan.

Para peneliti mengamati wanita subyek dengan pemberian pil bemaciclib 2 kali sehari selama 28 hari.

Dari 47 peserta tersebut, studi mencatat bahwa terdapat 36 orang yang merupakan penderita kanker payudara metastatik dengan reseptor positif hormon. Sebanyak 9 dari 47 penderita mempunyai respon parsial (pengurangan sebagian tingkat kanker), sedangkan pertumbuhan kanker pada 24 dari 47 penderita berhasil dihentikan oleh pil bemaciclib.

Diantara penderita kanker payudara metastatik, 11 pasien mengalami kemajuan pesat ketika diterapkan pola pengobatan ini.

Pada penderita kanker payudara hormon reseptor positif, sekitar 81 persen mengalami respon komplit, respon parsial atau penyakit stabil. Pertumbuhan kanker payudara terbukti terhenti hingga sembilan bulan. Secara keseluruhan perkembangan kanker dapat dihentikan selama 6 bulan.

Pil bemaciclib hasil riset ini dapat dikonsumsi dua kali sehari tanpa mengganggu aktivitas harian penderitanya. Hal ini berbeda dengan obat kanker yang selama ini umum digunakan oleh pasien. Biasanya, obat kanker harus diberikan ke pasien melalui intravena atau injeksi ke pembuluh darah.

Obat ini relatif aman dikonsumsi pada jangka panjang, memang ada sedikit keluhan ringan seperti mual, muntah dan diare. Keluhan ini tidak akan mengganggu kualitas kehidupan penderita kanker payudara. Pil bemaciclib cocok digunakan untuk terapi kanker payudara, karena mampu mengidentifikasi dan menyerang sel-sel spesifik. Sehingga hasil pengobatan ini dapat dirasakan lebih cepat daripada pola pengobatan lainnya.

Seperti dilansir Drugs.com (6/4/2014), Dr. Myra Barginea, seorang ahli onkologi di North Shore – LIJ Cancer Institute di Lake Success, New York, juga menyambut gembira dengan penemuan obat ini yang memiliki potensi besar dalam menyembuhkan kanker payudara. Penemuan pil bemaciclib merupakan jawaban bagi para penderita kanker payudara. Mengingat penyakit ini merupakan momok bagi kaum wanita. Dengan adanya pil bemaciclib ini ancaman kanker payudara bisa dicegah sejak dini. Para wanita harus rajin memeriksakan diri, supaya tidak terjangkit penyakit mematikan ini. Riset ini memang masih dalam tahap pengujian dan pengembangan, tapi hasil positif sudah terlihat. Bila sudah diterapkan di dunia medis, maka tindakan operasi atau pengangkatan payudara dapat diminimalisir.

Penggunaan pil bemaciclib memang masih dalam pengujian lanjut, sehingga belum bisa diterapkan untuk penderita kanker payudara. Hasil riset ini akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Association for Cancer Research di San Diego. Penelitian ini didanai oleh Eli Lilly and Co sebagai produsen bemaciclib. Penemuan ini memang sangat berarti terutama bagi penderita kanker payudara. Sehingga mereka bisa memiliki harapan bisa sembuh dari penyakit berbahaya ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here