Bhataramedia.com – Kura-kura ada yang dapat hidup di air tawar sehingga dikenal dengan sebutan kura-kura air tawar. Para peneliti dari Senckenberg Research Institute di Dresden, melakukan penelitian terhadap kura-kura air tawar. Meskipun kura-kura ini seringkali mengalami hambatan geografis dalam penyebarannya, namun hewan ini memiliki kemiripan secara genetik antara satu dengan lainnya pada rentang distribusinya yang luas. Hal ini menunjukkan bahwa kura-kura air tawar mampu melintasi lautan hingga beratus-ratus kilometer. Penelitian mengenai hal ini diterbitkan di jurnal Zoologica Scripta.

Jenis kura-kura air tawar yang diteliti adalah Mauremys rivulata. Ciri dari kura-kura air tawar ini memiliki ukuran sekitar dua puluh empat centimeter saja. Habitatnya berada di daerah danau serta sungai. Hewan ini dijumpai lebih tepatnya di Mediterania Timur, mulai dari Eropa Tenggara dan Yunani hingga Turki. Bahkan distribusi hewan ini juga mencapai Israel, Lebanon, Syria, dan Kepulauan di Kreta dan Mesir.

Pola distribusi (penyebaran) yang luas dari kura-kura air tawar mendorong para peneliti untuk melakukan studi genetik terhadap hewan ini. Penelitian ini dipimpin oleh Professor Dr Uwe Fritz dari Senckenberg.

“Ada banyak hambatan geografis yang menghalangi distribusi kura-kura air secara luas, terutama di Laut Aegea. Kami berasumsi bahwa akan ada banyak populasi yang memiliki perbedaan secara genetik. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa tidak ada pertukaran gen antara masing-masing populasi yang terpisah (terisolasi), dimana lautan menjadi pemisahnya.” Kata Fritz, seperti dilansir laman Senckenberg Research Institute and Natural History Museum (7/4/2014).

Spesies yang berbeda maka seharusnya struktur genetiknya jelas berbeda.

Metode yang digunakan oleh para peneliti untuk meneliti sebanyak 340 kura-kura air tawar adalah metode genetik. Sampel diambil dari 64 lokasi yang menjadi tempat distribusi kura-kura air tawar tersebut.

Berdasarkan studi tersebut telah ditemukan hasil yang mengejutkan terhadap struktur genetik hewan ini. Fritz menyatakan bahwa kura-kura air tawar yang tinggal pada rentang jarak yang sangat jauh ternyata memiliki pola yang hampir identik dalam hal genetik. Contohnya adalah kura-kura dari wilayah Eropa Tenggara dengan Turki. Para peneliti berpendapat bahwa kura-kura ini memiliki cara tertentu untuk melakukan pertukaran gen antar populasi yang terpisah dengan jarak yang sangat jauh. Jarak tersebut mencapai ratusan kilometer melintasi laut.

Apa yang sebenarnya terjadi sehingga masing-masing populasi kura-kura air tawar yang terisolasi dapat memiliki genetik yang sama?

Salah satu dugaan dari para peneliti adalah adanya campur tangan manusia. “Kura-kura ini dibawa oleh manusia dari satu lokasi ke lokasi lainnya sehingga terjadi persilangan secara terus-menerus.” Jelas Melita Vamberger, salah satu peneliti studi ini.

Namun, dugaan ini kurang tepat sebab M. rivulata berbeda dengan kura-kura lainnya. M. rivulata tidak diminati oleh manusia sebagai bahan makanan karena sangat berbau. Oleh karena itu, tidak mungkin manusia mengangkut kura-kura ini dalam jumlah yang sangat banyak dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Asumsi lain dari para peneliti sangat mengejutkan. Para peneliti berasumsi bahwa kura-kura ini tersebar di seluruh laut. Hal ini mirip dengan kura-kura yang tersapu badai ombak secara berulang-ulang dari habitat aslinya di rawa-rawa pesisir. Selanjutnya, kura-kura akan masuk ke laut dan berusaha untuk berenang dan bertahan hidup pada jangka waktu yang lama. Pada akhirnya kura-kura ini akan sampai di pantai lain yang jaraknya berjauhan dari habitat asalnya. Pola penyebaran seperti ini sangat jarang terjadi. Namun, pola penyebaran ini dianggap lebih masuk akal untuk menyebabkan adanya pertukaran gen antar kura-kura yang terisolasi.

Pendapat para peneliti ini pun juga diperkuat oleh fakta bahwa spesies dari M. rivulata pernah terlihat di Siprus.

Segala upaya yang mungkin dapat dilakukan oleh kura-kura tersebut dapat dijadikan landasan untuk membuat asumsi oleh para peneliti terkait cara distribusinya. “Ada juga spesies kura-kura lain yang mampu melintasi lautan. Sebagai contoh, telah ditemukan struktur genetik yang lemah pada Malaclemys terrapin. M. terrapin atau North American diamond terrapin, merupakan kura-kura yang terancam punah. Kura-kura ini juga memiliki pola distribusi yang luas sehingga memungkinkan untuk melakukan persilangan gen dengan kura-kura lainnya.

Data studi ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam mengambil kebijakan terkait perlindungan terhadap hewan yang terancam punah.

Referensi Jurnal :

Melita Vamberger, Heiko Stuckas, Dinçer Ayaz, Petros Lymberakis, Pavel Široký, Uwe Fritz. Massive transoceanic gene flow in a freshwater turtle (Testudines: Geoemydidae:Mauremys rivulata). Zoologica Scripta, 2014; DOI: 10.1111/zsc.12055.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here