Bhataramedia.com – Kehamilan melindungi wanita dari kanker payudara. Begitulah fakta yang dihasilkan menurut riset terbaru. Para peneliti telah memeriksa materi genetik dari wanita yang telah melahirkan dan belum melahirkan. Dari pemeriksaan ini telah ditemukan adanya perbedaan elemen yang terkait dengan proses-proses penting kehamilan. Jika terdapat kesalahan pada proses tersebut maka resiko munculnya kanker akan meningkat.

Para peneliti berencana untuk mengembangkan perawatan yang mampu mengatasi hal tersebut, dan mengaplikasikannya kepada wanita yang belum pernah hamil untuk mengurangi resiko berkembangnya kanker.

Pimpinan dari riset ini, Dr. Julia Santucci-Pereira, dari Breast Cancer Research Laboratory, Fox Chase Cancer Centre di Philadelphia, mengemukakan bahwa tujuan risetnya adalah untuk memahami bagaimana proses melahirkan secara alami dapat mempengaruhi pencegahan kanker. “Jika kita memahami hal itu, kita dapat berusaha meniru prosesnya dan mengaplikasikannya pada wanita, terutama pada wanita yang memiliki resiko tinggi untuk terkena kanker”, katanya, seperti dilansir The Scotsman (8/4/2014).

Dalam suatu studi, Dr. Santucci-Pereira menggunakan teknologi perunut yang canggih untuk membandingkan aktivitas genetis dari sampel kelenjar payudara yang tidak terjangkit kanker. Sampel tersebut diambil dari lebih dari 200 wanita yang belum menopause dan 30 diantaranya belum pernah melahirkan sebelumnya.

Mereka menemukan perbedaan pada perilaku gen yang berkaitan dengan proses berubahnya sel menjadi tipe yang berbeda. Proses ini dinamakan diferensiasi. Dr. Santucci-Pereira menambahkan bahwa masalah yang muncul ketika terjadi proses diferensiasi, dapat menyebabkan sel normal berubah menjadi sel kanker.

Selain itu, beliau menemukan perbedaan yang jelas antara perilaku gen terhadap perkembangan anatomi payudara pada wanita yang sudah dan belum pernah hamil. Beliau dan timnya menyimpulkan bahwa proses ini harus dikendalikan agar tidak terjadi pertumbuhan kanker. Pada studi lainnya, Dr. Santucci Pereira dapat mengidentifikasi perubahan genetik tambahan yang menjelaskan bagaimana kehamilan dapat melindungi wanita dari kanker payudara.

Dengan mengamati wanita yang telah menopause, mereka menemukan bahwa ibu dan “bukan ibu” memiliki perbedaan mengenai bagaimana gen-gen mereka termodifikasi. Gen tersebut diberi penanda berupa senyawa kimia dengan tujuan untuk mengetahui  cara gen tersebut digunakan oleh tubuh.

“Meskipun riset ini membuka wawasan para ilmuwan atas pemahaman mengenai pengaruh kehamilan dalam melindungi tubuh dari kanker, namun pertanyaan tentang bagaimana hal itu terjadi masih menjadi misteri”, katanya. Dia menambahkan bahwa ada satu kemungkinan bahwa hormon yang diproduksi saat masa kehamilan, yaitu human chorlonic gonadotropin (HCG), merupakan penyebab hal ini terjadi. Riset-riset sebelumnya telah berhasil membuktikan bahwa HCG dapat menyebabkan perubahan genetik yang terkait dengan diferensiasi atau perkembangan sel.

Pada riset ketiganya, Dr. Santucci-Pereira mengamati secara mendalam pada perbedaan struktur dari materi genetik yang disebut non-coding area. Non-coding adalah materi genetik pada lokasi tertentu di suatu genom yang tidak memiliki kode untuk membuat protein.

Area non-coding ini pernah dianggap tidak penting oleh para ilmuwan. Namun, saat ini mereka telah mengetahui bahwa materi genetik tersebut berinteraksi dengan bagian lain dari genom untuk meningkatkan fungsi gen.

Langkah selanjutnya dari riset ini adalah untuk memahami bagaimana materi genetik yang non-coding ini bekerja, termasuk peranannya dalam mempengaruhi kanker. Dr. Santucci-Fereira menyatakan bahwa dia sudah menemukan 42 perbedaan area non-coding pada delapan wanita yang sudah melahirkan dan belum melahirkan.

Dr. Santucci-Pereira menyimpulkan terdapat kemungkinan bahwa bagian non-coding ini bekerja sama dengan gen yang ditemukan pada dua riset lainnya untuk membuat perubahan genetik seperti diferensiasi atau perkembangan sel. Hal inilah yang diduga menyebabkan terlindungnya wanita yang telah melahirkan dari kanker payudara.

Lebih dari 4.500 wanita didiagnosa terkena kanker payudara di Skotlandia per tahunnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here