Bhataramedia.com – Hepatitis B merupakan penyakit pada organ hati yang dapat dikategorikan menjadi hepatitis ringan dan hepatitis akut. Meski tergolong penyakit yang dapat berubah menjadi penyakit akut, penyakit hepatitis ini dapat disembuhkan dengan pemberian obat. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan pemberian vaksin khusus untuk hepatitis. Para peneliti menemukan bahwa dengan memberikan reward atau penghargaan berupa uang atau voucher, jumlah peserta yang mengikuti vaksinasi bertambah. Bahkan para peserta vaksinasi bersedia mengikuti vaksinasi hingga tuntas. Pemberian reward ini secara tidak langsung dapat meningkatkan tingkat vaksinasi pada mereka yang berisiko terkena hepatitis B. Penelitian ini diketuai oleh seorang peneliti dari Centre National Addiction di King College London, Inggris. Ia bersama rekan-rekan peneliti lainnya dari Imperial College London dan University College London.

Di Inggris, virus Hepatitis B (HBV) telah menginfeksi sekitar 22 persen pengguna narkoba suntik. Para peneliti mengatakan bahwa jumlah ini termasuk rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Sementara ini, belum ada obat-obatan yang dapat memperlambat penyebaran penyakit hepatitis. Beradasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention), terdapat sekitar 43,000 kasus Hepatitis di Amerika Serikat. Akan tetapi jumlah kasus yang dilaporkan jauh lebih rendah daripada kenyataannya karena banyak orang yang tidak mengetahui bahwa mereka telah terinfeksi virus hepatitis.

Meski ada sekitar 800.000 sampai 1,4 juta orang di Amerika Serikat terinfeksi virus hepatitis tingkat kronis, CDC menginformasikan bahwa jumlah penderita hepatitis B akut menurun hingga 82 persen sejak tahun 1990. Penurunan ini terjadi karena adanya kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan secara rutin. Penyakit hepatitis dapat ditularkan dari air mani atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi yang masuk ke dalam tubuh orang yang tidak terinfeksi. Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui jarum suntik dan dari transmisi vertikal (penularan secara vertikal dari ibu ke bayi saat lahir). Sebuah penelitian terbaru menunjukan bahwa sekitar 15 hingga 25 persen penderita HBV kronis meninggal akibat penyakit ini. Meski vaksin untuk penyakit hepatitis tergolong sangat efektif, penyerapannya cukup rendah.

Seperti dilansir Medical News Today (9/4/2014), di Amerika Serikat sendiri, telah diberlakukan strategi baru dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakatnya khususnya dari ancaman penyakit hepatitis. Strategi yang saat ini sedang sangat populer di Amerika Serikat adalah strategi dengan memberikan reward atau hadiah berupa uang. Strategi pemberian reward ini sangat awam di Inggris di mana penelitianini diadakan.Di Inggris, tim peneliti mendata ada 210 responden penelitian yang mendapat treatmen berupa pengobatan. Responden penelitian adalah mereka yang sedang menjalani treatmen khusus bagi para pecandu heroin dari 12 Pusat Pelayanan Kesehatan Nasional (National Health Service) di Inggris. Para responden menerima 1 dari 3 voucher dengan jadwal vaksinasi. Terdapat 3 pilihan vaksinasi. Masing-masing jadwal vaksinasi memiliki ketentuan sebagai berikut: Kelompok 1, responden akan melakukan vaksinasi tanpa diberi insentif, kelompok 2, responden akan mendapatkan tiga jenis vaksinasi yang berbeda plus insentif sebesar $16,74 atau setara dengan 10 Euro, dan kelompok 3, responden akan mendapatkan insentif sebesar 5 Euro untuk pemberian vaksin pertama, 10 Euro untuk pemberian vaksin yang kedua, dan 15 Euro untuk pemberian vaksin yang ketiga.

Hasilnya cukup menakjubkan. Ada 45 persen responden kelompok 2 mengikuti treatmen pemberian vaksin dan 49 responden kelompok 3 mengikuti vaksinasi hingga tuntas. Sementara itu, kelompok 1 tercatat hanya 9 persen responden saja yang melakukan vaksinasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa orang yang mendapatkan voucher dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatannya dari ancaman penyakit Hepatitis meningkat sekurang-kurangnya 12 kali selama 28 hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here