Beranda Science Rekayasa Genetika Pohon untuk Tingkatkan Produksi Kertas dan Biofuel

Rekayasa Genetika Pohon untuk Tingkatkan Produksi Kertas dan Biofuel

891
Pinus merah jepang
Pinus merah jepang. (Credit: yeowatzup, Flickr)

Bhataramedia.com – Para peneliti dari University of British Colombia telah merekayasa pohon secara genetis agar lebih mudah untuk didegradasi. Pohon tersebut pada akhirnya dapat dimanfaatkan untuk memproduksi kertas dan biofuel. Studi ini diharapkan dapat menjadi terobosan untuk membuat sumber daya terbarukan naik ke level berikutnya.

Menurut para peneliti, pohon-pohon yang telah direkayasa secara genetis akan membutuhkan bahan kimia dan energi yang lebih sedikit untuk menghasilkan sumber daya. Di sisi lain, polutan yang dihasilkan dari proses degradasi tersebut berjumlah lebih sedikit dan lebih ramah lingkungan.

Shawn Mansfield, seorang profesor ilmu kehutanan di University of British Columbia, mengatakan, “Lignin adalah salah satu hambatan terbesar di dalam industri pulp dan kertas serta industri biofuel.”

“Kertas dan biofuel yang terbuat dari kayu biasanya dihasilkan dengan cara menghilangkan lignin melalui proses yang membutuhkan banyak bahan kimia dan energi, sehingga menghasilkan banyak limbah yang tidak diinginkan,” kata peneliti dari University of British Colombia, seperti dilansir laman Nature World News (5/4/2014).

Mansfield dan rekan-rekannya mampu memodifikasi lignin secara genetis sehingga lebih mudah untuk didegradasi tanpa merugikan kekuatan kayu. Usaha-usaha sebelumnya untuk mengatasi masalah ini dilakukan dengan cara menekan gen-gen tertentu di dalam pohon. Hal tersebut mengakibatkan pohon rentan terhadap unsur-unsur tertentu atau terhambat pertumbuhannya.

Kami sedang mendesain pohon yang dapat diproses dengan sedikit energi dan bahan kimia, yang pada akhirnya mampu menghasilkan lebih banyak karbohidrat, “kata Mansfield.

Para peneliti menggunakan teknik modifikasi genetik yang membuat ikatan kimia lignin yang kuat lebih mudah untuk dipecah secara kimiawi. Para peneliti melaporkan bahwa teknik ini juga dapat digunakan pada rumput atau tanaman lain untuk mengubahnya menjadi jenis bahan bakar baru yang menggantikan minyak bumi.

“Kita merupakan masyarakat yang tergantung pada minyak bumi,” kata Mansfield. “Kita mengandalkan sumber daya yang sama untuk segala sesuatu, dari smartphone sampai ke bensin. Kita perlu mencari sumber bahan bakar baru dan mengurangi tekanan terhadap bahan bakar fosil. Pohon dan tanaman memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai sumber bahan bakar alternatif bagi masyarakat dunia.”

Mansfield dan rekan-rekannya, termasuk para peneliti dari University of British Columbia, University of Wisconsin-Madison dan Michigan State University, menerbitkan karya mereka di jurnal Science.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here