Beranda Science Aplikasi Teknik Irigasi Defisit pada Pertanian Anggur

Aplikasi Teknik Irigasi Defisit pada Pertanian Anggur

anggur
Anggur. (Credit: Agricultural Research Service)

Bhataramedia.com – Para petani buah anggur di daerah timur Washington memiliki trik khusus untuk mengolah hasil pertanian mereka. Dengan memutar atau tidak memutar katup irigasi mereka, mereka dapat membatasi pasokan air ke tanaman anggur untuk mengontrol pertumbuhan buahnya. Tantangan yang mereka hadapi saat ini adalah bagaimana caranya untuk mendapatkan jumlah produk yang banyak tanpa mengesampingkan kualitas produk buah yang dihasilkan.

Di beberapa area pertanian buah anggur seperti Bordeaux yang memiliki curah hujan 7 hingga 10 inch per tahun, buah-buah anggur dapat dipanen namun dengan irigasi yang cukup. seperti dilansir laman Good Fruit Grower (4/4/2014), seorang peneliti asal Washington State University, Yun Zhang, mengatakan bahwa sistem irigasi yang baik meliputi pengetahuan seputar seberapa banyak dan kapan irigasi yang harus diterapkan dan bagaimana cara untuk mengukur ar dan kelembaban tanah. Tak hanya itu, para petani anggur juga harus mengetahui soal pengaturan tekanan air tanpa mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas buah anggur. Zhang juga menambahkan bahwa ini adalah tantangan tersendiri bagi para petani di bagian timur Washington untuk memahami semua tentang irigasi.

Ketika irigasi sangat bergantung pada tekanan air dan tingkat kelembaban tanah, para petani sebaiknya mengetahui tanda-tanda tekanan air agar para petani dapat mengetahui kapan harus mengairi lahannya. Hal ini disampaikan oleh Zhang pada saat ia sedang mengisi rapat tahunan Washington Association of Wine Grape Growers. Zhang juga tidak lupa untuk mengajak para petani untuk selalu mengecek sulur, arah tumbuhnya daun tanaman anggur, dan tips-tips bermanfaat lainnya untuk dapat mengetahui bahwa tanaman anggurnya tumbuh dengan baik. Memeriksa kelembaban tanah juga menjadi bagian yang sangat penting dan dapat dilakukan dengan menggunakan probe neutron, sensor kapasitansi, tensiometer, dan alat-alat lainnya.

Kondisi cuaca juga sangat berpengaruh terhadap irigasi. Evotranspirasi juga perlu diwaspadai oleh para petani anggur. Evotranspirasi adalah kondisi di mana tanaman anggur mengalami penguapan air dan transpirasi anggur. Nilai ET yang rendah juga dikaitkan dengan kondisi cuaca seperti mendung, lembab, atau dingin agar tanaman anggur tidak kehilangan banyak air. Nilai ET yang tinggi identik dikaitkan dengan kondisi cuaca yang cerah, berangin hangat, dan kering.

Kanopi besar juga akan berpengaruh terhadap warna buah anggur. Selain itu penggunaan kanopi juga akan mempengaruhi proses pematangan buah anggur. Di lahan buah anggur yang memiliki kelembaban tanah yang cukup tinggi, para petani buah anggur sering menggunakan hedging dan menerapkan teknik alternatif lain seperti pembuangan daun pada tanaman anggur dengan tujuan untuk meningkatkan penetrasi cahaya. Cara lainnya yaitu tidak terlalu sering menggunakan kanopi.

“Kondisi tanah di area sebelah timur Washington tergolong cukup kering. Oleh karenanya para petani buah anggur mensiasatinya dengan menerapkan teknik irigasi defisit agar mereka tetap mendapatkan keuntungan dengan cara memanipulasi pertumbuhan tanaman buah anggur,” kata Zhang.

Zhang juga menambahkan bahwa penerapan teknik irigasi defisit yang benar dapat meningkatkan kualitas buah anggur. Masih ada kelebihan dari teknik irigasi yang satu ini. Kelebihan tersebut meliputi penghematan air, pembatasan pertumbuhan yang tidak diinginkan, teknik pembesaran buah anggur, dan pemodifikasian buah anggur. Kanopi yang lebih sering dibuka dapat melancarkan sirkulasi udara di area lahan sehingga dapats mengurangi penyakit dan dapat meningkatkan kualitas buah anggur. Ada kelebihan ada juga kekurangan. Di awal musim semi, misalnya, kurangnya pasokan air di dalam tanah dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan kuncup dan tunas pada tanaman buah anggur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here