Bhataramedia.com – Makanan seringkali dihubungkan dengan kondisi kesehatan seseorang. Memang, makanan tidak hanya memberikan nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh kita, tetapi, makanan juga dapat menjadi sumber dari segala macam penyakit. Tetapi, orang sering melupakan minuman, yang merupakan pasangan dari makanan. Perlu diketahui, minuman juga menjadi salah satu penyebab banyak gangguan kesehatan. Salah satu jenis minuman yang banyak diteliti dalam masalah ini adalah minuman diet soda.

Seperti yang kita semua tahu, minuman bersoda yang biasanya dikemas dalam kaleng atau botol menggunakan pemanis buatan. Dan, pemanis buatan adalah salah satu zat yang berbahaya bagi tubuh kita, bahkan zat ini dapat dikategorikan sebagai agen kanker atau penyebab kanker. Dalam minuman diet soda (soda diet) tidak menggunakan pemanis buatan ini. Hal ini dilakukan untuk mengurangi bahaya yang ditimbulkan dari pemanis buatan tersebut. Karena hal ini pula, banyak orang yang ingin menikmati segarnya minuman bersoda tetapi ingin tetap sehat, memilih mengkonsumsi minuman diet soda. Sayangnya, penelitian terbaru menemukan hasil yang tidak menggembirakan dari minuman ini. Hasil penelitian ini baru dirilis Minggu lalu yang menemukan bahwa wanita yang sehat dan memasuki masa pasca menopause, mempunyai resiko lebih tinggi mendapatkan masalah kesehatan yang menyerang sistem kardiovaskuler atau jantung mereka, bila mereka rutin mengkonsumsi dua atau lebih minuman soda diet setiap harinya.

Seperti dilansir laman TYLER MORNING TELEGRAPH (5/4/2014), penelitian ini bukanlah satu-satunya penelitian yang meneliti tentang minuman ini. Sebelumnya, sudah banyak penelitian yang meneliti hubungan antara konsumsi minuman soda diet dengan banyak gangguan kesehatan. Bahkan, pada tahun 2012 yang lalu, peneliti dari Northern Manhattan Study mengungkapkan bahwa mengkonsumsi minuman soda diet setiap hari berhubungan dengan meningkatnya resiko penyakit jantung dan bahkan menjadi penyebab utama terjadinya penyakit ini. Mereka juga mengungkapkan minuman diet soda dan minuman soda biasa juga berhubungan dengan penyakit diabetes, gangguan metabolisme dan juga penyakit jantung koroner.

Melihat hasil penelitian ini, banyak penggemar minuman diet soda merasa bagaikan memakan buah simalakama. Sebenarnya, banyak juga hal lain yang dapat diibaratkan dengan perumpamaan yang sama. Contohnya, mereka yang ingin diet rendah lemak, harus menambah garam dan gula dalam makanannya guna mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, atau pada diet rendah karbohidrat yang mengurangi karbohidrat tetapi menambah makanan berlemak. Yang dibutuhkan oleh tubuh kita sebenarnya adalah makanan dan minuman yang seimbang. Hal ini pula yang sangat berkaitan dengan kondisi dan tingkat kesehatan tubuh kita.

Yang menggembirakan, saat ini sudah banyak orang yang sadar akan kesehatan. Mereka memutuskan untuk tidak mau menambah zat-zat kimia ke dalam makanan atau minuman mereka. Hal ini pula yang mengakibatkan menurunnya penjualan produk-produk minuman diet soda pada 3 tahun terakhir ini. Bukan hanya itu, ada beberapa kelompok yang dapat dikatakan lebih spesifik dalam hal ini. Mereka lebih memilih bahan makanan yang tumbuh dari tanah atau didapat dari pohon daripada makanan yang dijual di supermarket.

Meskipun begitu, bukan berarti kita tidak boleh minum minuman diet soda ini sama sekali. Pada umumnya, ahli diet dan nutrisi tidak pernah melarang sama sekali untuk mengkonsumsi minuman seperti ini. Mereka hanya menyarankan untuk menambah variasi makanan dan minuman sehat dalam menu kita setiap hari. Minuman diet soda sendiri diciptakan untuk mereka yang ketagihan dengan minuman bersoda. Jadi, untuk kita yang tidak mengalami masalah ini, air putih adalah minuman terbaik yang dapat kita pilih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here