Bhataramedia.com – Para peneliti dari University of Virginia School of Medicine melaporkan bahwa mereka telah berhasil mengubah sel punca embrionik (embryonic stem cell) ikan zebra menjadi embrio ikan zebra utuh melalui manipulasi sinyal biologis tertentu. Studi ini dapat memberikan pengetahuan baru di bidang regenerasi organ yang menggunakan sel induk (sel punca).

Sel punca embrionik merupakan sel-sel yang diperoleh dari embrio. Sel-sel tersebut bersifat pluripoten, yang berarti bahwa sel-sel punca embrionik dapat tumbuh atau berdiferensiasi menjadi jenis lain dari sel-sel yang membentuk jaringan dan organ.

Seperti dilansir laman Nature World News (5/4/2014), para peneliti dari U.Va mengatakan bahwa mereka telah mengatasi penghalang utama di dalam proses biologis. Para peneliti menunjukkan bahwa dengan mengubah beberapa sinyal awal dapat membuat sel punca untuk membentuk embrio. Dengan kata lain, para peneliti telah mendekati cara untuk mengendalikan perkembangan embrio.

Hal yang lebih menarik ialah, peneliti menemukan bahwa hanya diperlukan dua sinyal molekuler saja untuk memulai perubahan jalur molekuler yang menyebabkan perkembangan embrio ikan zebra.

Penelitian mereka menunjukkan bahwa dengan “menentang” gradien protein morfogenetik tulang / bone morphogenetic protein (BMP) dan Nodal (protein sekretori pada manusia yang dikode oleh gen NODAL, protein ini terlibat di dalam diferensiasi sel pada awal embriogenesis), cukup untuk memulai perkembangan embrio. BMP dan Nodal merupakan morfogen (substansi yang mengatur pola pembangunan jaringan di dalam proses morfogenesis dan posisi dari berbagai jenis sel khusus di dalam jaringan), hal tersebut berarti bahwa keduanya mengontrol pola pengembangan jaringan.

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa pemberian sinyal BMP penting di dalam pembentukan jantung, saraf dan perkembangan tulang rawan. BMP juga terkait dengan pembentukan tulang pasca kelahiran.

“Kami telah menciptakan embrio hanya dengan menginstruksikan sel-sel embrionik untuk melalui “jalur” tertentu,” kata Chris Thisse dari School of Medicine’s Department of Cell Biology.

“Jika kita tahu bagaimana cara “mengatur” sel-sel embrionik, kita dapat menumbuhkan organ tertentu, atau hal lain yang kita inginkan”, kata Thisse di dalam suatu rilis berita.

Di masa depan, para ilmuwan dapat menumbuhkan jaringan, organ dan bahkan seluruh organisme dengan menggunakan sel induk, menurut laporan dari Gizmodo.

Penelitian selanjutnya akan dilakukan dengan menggunakan tikus percobaan. Para peneliti ingin mengetahui apakah mereka dapat mengubah sinyal molekuler dan membuat sel punca berkembang pada embrio tikus. Menurut tim peneliti, temuan di dalam penelitian ini kemungkinan dapat memiliki hasil yang sama terhadap mamalia dengan tingkatan lebih tinggi, bahkan pada manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here