Bhataramedia.com – Dua peneliti dari Universitas Northeastern dan rekan internasional mereka telah menciptakan model canggih yang bertujuan mengeksplorasi peran netral evolusi di dalam distribusi biogeografi mikroba laut.

Temuan mereka diterbitkan di jurnal Science. Naskah ilmiah berjudul ” Biogeographic patterns in ocean microbes emerge in a neutral agent-​​based model ” tersebut ditulis oleh Ferdi Hellweger, seorang ahli ekologi mikroba dan seorang profesor teknik sipil dan lingkungan; mahasiswa doktoral, Neil Fredrick, Ph.D.; dan ahli kelautan Erik van Sebille dari University Australia New South Wales.

Selama beberapa dekade terakhir, ahli ekologi telah mencoba untuk memahami bahwa baik seleksi alam dan evolusi netral (variasi di dalam dan antar spesies disebabkan oleh pergeseran genetik dan mutasi acak) memainkan peran di dalam pola biogeografi mikroba laut. Di dalam penelitian ini, Hellweger dan rekan-rekannya menghitung peran proses evolusi netral melalui mensimulasikan divisi, mutasi dan kematian sekitar 100.000 sel individu bakteri laut dengan genom secara keseluruhan di dalam model sirkulasi permukaan laut global. Mereka “merunning” data hingga 100.000 tahun dan kemudian menganalisis output menggunakan algoritma urutan DNA yang canggih.

Hasil penelitian ini bertentangan dengan gagasan sebelumnya bahwa mikroba laut memiliki pergerakan tak terhingga dan sel-sel yang sama dapat ditemukan di manapun di lautan dunia, tanpa terhalang oleh batas-batas geografis. Sebaliknya, para peneliti menemukan bahwa mikroba berkembang lebih cepat dari sirkulasi laut yang mendegradasinya, sehingga menyebabkan pola biogeografi yang substansial dan dinamik pada populasi mikroba di permukaan laut.

“Mikroba-mikroba yang ada pada tiap daerah berbeda karena evolusi netral dan keterbatasan penyebaran. Oleh karena mikroba pada tiap daerah tidak tercampur, perbedaan tersebut dapat terus tumbuh,” kata Hellweger, seperti dilansir Universitas Northeastern (11/9/2014).

Terlebih lagi, temuan ini menjelaskan bagaimana mikroba laut dapat merespon perubahan iklim global. “Anda mungkin mengira mikroba dapat beradaptasi dengan perubahan iklim secara cepat, seolah-olah mikroba laut tercampur dan ada di mana-mana,” ungkap Hellweger.

“Namun, ternyata beberapa spesies mikroba tidak berkembang di bawah suhu baru pada daerah tertentu,” lanjut dia.

Penelitian ini didukung oleh dana dari National Science Foundation and the National Oceanic and Atmospheric Administration

Selanjutnya, Hellweger, Fredrick dan van Sebille akan menggunakan pendekatan pemodelan yang sama untuk mengeksplorasi mikroba laut dalam.

Referensi :

F. L. Hellweger, E. van Sebille, N. D. Fredrick. Biogeographic patterns in ocean microbes emerge in a neutral agent-based model. Science, 2014; 345 (6202): 1346 DOI: 10.1126/science.1254421.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here