Beranda Health Rendahnya Kualitas Tidur Menurunkan Kemampuan Kognitif Pada Pria Berusia Lanjut

Rendahnya Kualitas Tidur Menurunkan Kemampuan Kognitif Pada Pria Berusia Lanjut

tidur
Ilustrasi. (Photo : REUTERS/Luke MacGregor)

Bhataramedia.com – Sebuah laporan dari American Academy of Sleep Medicine menunjukkan bahwa tingkat sleep fragmentation (stimulasi singkat yang terjadi sepanjang malam, sehingga mengurangi kualitas tidur) yang tinggi dan efisiensi tidur yang lebih rendah (bukan berdasarkan durasi) pada pria yang lebih tua dikaitkan dengan penurunan kognitif sebesar 40-50 persen pada fungsi eksekutif. Menurut penulis studi ini, fungsi eksekutif adalah kemampuan untuk merencanakan dan membuat keputusan, kemampuan untuk memecahkan masalah dan memperbaiki kesalahan, serta pemikiran abstrak.

“Penurunan kognitif akibat rendahnya kualitas tidur setara dengan efek dari penurunan kognitif akibat pertambahan usia setiap 5 tahun,” kata para peneliti, seperti dilansir laman Nature World News (1/4/2014).

“Kualitas tidur merupakan faktor yang diperkirakan menjadi penyebab penurunan kognitif di dalam penelitian ini, bukan kuantitasnya,” menurut Terri Blackwell, seorang ahli statistik di California Pacific Medical Center Research Institute.

“Seiring meningkatnya kerusakan kognitif dan tingginya prevalensi masalah tidur pada orang tua, sangatlah penting untuk menentukan hubungan antara tidur dengan penurunan kognitif,” kata Blackwell, yang merupakan penulis utama dari penelitian yang diterbitkan di jurnal SLEEP ini.

Usia rata-rata laki-laki yang terlibat pada penelitian ini adalah 76 tahun, dan semuanya diuji di enam pusat studi yang ada di Amerika Serikat. Penelitian ini melibatkan subjek sebanyak 2.822 orang, dan masing-masing orang diamati selama kurang lebih 5 malam.

“Sebagai salah satu pilar dari gaya hidup sehat, tidur merupakan hal yang sangat penting untuk fungsi kognitif yang optimal,” kata Dr. M. Safwan Badr, presiden di American Academy of Sleep Medicine.

“Studi ini memberikan suatu peringatan penting bahwa tidur yang sehat bukan hanya diukur dari kuantitasnya (durasi tidurnya), namun juga kualitasnya,” kata Badr.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here