Bhataramedia.com – Menurut studi baru yang dipimpin oleh National Snow and Ice Data Center (NSIDC) dan peneliti NASA, musim mencairnya lautan es di Kutub Utara pada periode yang berlangsung lebih lama di tiap-tiap dekade.

Hasil studi menunjukkan bahwa mencairnya lautan es di Kutub Utara selama musim panas bertambah 5 hari per dekade sejak tahun 1979, sehingga semakin mempersempit area lautan es di wilayah tersebut.

Naiknya suhu permukaan laut menunda dimulainya musim pembentukan formasi lautan es dan efeknya terus berlipat ganda di tiap-tiap dekade.

“Lautan arktik semakin memanas, sehingga menyebabkan musim mencairnya es berlangsung lebih lama,” kata penulis utama studi ini, Julienne Stroeve, seorang ilmuwan senior di NSIDC, seperti dilansir laman Nature World News (31/3/2014). “Musim mencairnya es yang semakin lama memungkinkan lebih banyak energi matahari tersimpan di laut dan meningkatkan pencairan es selama musim panas yang secara keseluruhan melemahkan lapisan lautan es.”

Menurut data, di beberapa daerah seperti Beaufort dan Chukchi Seas, setiap dekadenya musim dingin mulai berlangsung 11 hari lebih lama.

Para peneliti kemudian menghitung variasai data dari berbagai daerah di Arktik untuk menentukan bahwa musim pencairan lautan es di Kutub Utara rata-rata telah bertambah lama selama lima hari per dekadenya dari tahun 1979-2013.

“Ada kecenderungan bahwa hal tersebut akan mengakibatkan mundurnya periode proses pembekuan, tetapi kita tidak bisa mengatakan apakah suatu tahun tertentu akan memiliki proses pembekuan yang lebih awal atau lebih akhir,” kata Stroeve. “Masih ada banyak variabilitas dari tahun ke tahun untuk menentukan waktu yang tepat mengenai kapan lapisan es akan bereformasi, sehingga sulit bagi industri untuk merencanakan kapan harus menghentikan kegiatan di Kutub Utara.”

Menurut perhitungan beberapa peneliti lainnya, proses pencairan yang semakin lama mengakibatkan jumlah lapisan es yang meleleh bertambah 4 kaki (1,2 meter) per tahunnya.

Studi yang dilakukan oleh Stroeve dan rekan-rekannya ini dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here