Beranda Science Vitamin B2, Aktivator Sel MAIT pada Sistem Imun Tubuh

Vitamin B2, Aktivator Sel MAIT pada Sistem Imun Tubuh

Mekanisme antimikroba dari sel MAIT
Mekanisme antimikroba dari sel MAIT. (Credit: Gold & Lewinsohn , 2010. Nature)

Bhataramedia.com – Tim peneliti internasional, termasuk seorang staf di University of Melbourne telah berhasil mengidentifikasi suatu kunci biokimia yang dapat membangun sel imun tubuh dan mengirimkannya untuk melawan serangan bakteri dan jamur. Hasil riset tersebut telah dipatenkan dan dipublikasikan dalam Nature.

Seperti dilansir laman The Melbourne Newsroom (3/4/2014), temuan ini dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai lini pertama pertahanan tubuh kita dan apa yang terjadi jika sistem tersebut mengalami gangguan. Hal tersebut memberikan cara baru untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit radang usus, tukak lambung bahkan TB (Tuberkulosis). Selain itu, juga dapat memberikan petunjuk untuk menemukan vaksin baru. Penemuan ini merupakan hasil kolaborasi nasional dan internasional antara Universitas Melbourne, Monash, Queensland dan Cork, serta akses ke fasilitas utama the Australian Synchrotron dan Bio21 Institute.

Professor James McCluskey, seorang wakil rektor bidang penelitian di University of Melbourne yang juga salah satu pemimpin tim peneliti, mengatakan bahwa penelitian tersebut telah dilakukan pada tahun lalu dan telah diakui oleh Australian Museum Eureka Prize pada tahun 2013. “Usus, paru-paru dan mulut dilapisi oleh sel-sel imun yang misterius yang dapat membuat hingga 10% sel T dalam sistem imun kita. Tahun lalu kami menunjukkan bahwa sel-sel tersebut berperan sebagai penjaga terhadap serangan bakteri dan jamur. Sekarang kami telah mengidentifikasi kunci biokimia yang tepat, yang dapat membangun sel penjaga tersebut dan mengaktifkannya,” jelas Prof. McCluskey.

Sel-sel kekebalan tubuh yang dikenal sebagai mucosal-associated invariant T cells (MAITs) memulai aksi sistem kekebalan tubuh melawan serangan dari luar (foreign invaders) ketika sel tersebut terpapar oleh vitamin B2 yang dihasilkan oleh bakteri dan jamur. Prof.McCluskey juga menyebutkan bahwa sel MAIT adalah penemuan baru yang bahkan belum dicantumkan dalam textbook, selain itu para dokter juga belum banyak mengetahuinya. Sel MAIT terdapat sekitar 1 sel dalam 10 sel T tubuh dan ½ dari semua sel T dalam hati. “Ini adalah contoh yang sangat baik tentang bagaimana penelitian kolaboratif di Australia dapat membawa kelompok peneliti dengan keahlian yang berbeda dapat bersama-sama membuat suatu kemajuan yang signifikan,” ujar Prof. McCluskey.

Dr. Alexandra Corbett, penulis utama studi dari University of Melbourne mengatakan bahwa tim tersebut telah membuka sebuah rahasia yang akan memungkinkan penyelidikan lebih lanjut tentang peran sel MAIT dalam kesehatan dan penyakit. Prof. Jamie Rossjohn, salah satu penulis senior dari NHMRC Australia Fellow di Monash University juga mencatat adanya kolaborasi kuat yang akhirnya menghasilkan temuan tersebut. “Untuk mendapatkan pengamatan pertama sampai akhirnya menghasilkan penemuan ini tidak hanya dibutuhkan orang-orang pintar saja, tetapi juga diperlukan akses ke Melbourne’s Bio21 Institute platforms, puluhan kunjungan ke Australia Synchrotron dan jaringan penelitian global termasuk peran kolega di Irlandia yang menyediakan akses untuk mendapatkan strain bakteri mutan”. “Semua yang dilakukan bersama-sama memungkinkan kita untuk dapat berkompetisi di lingkup global dan memperoleh paten,” demikian kata Prof. Rossjohn. Selain pendapat tersebut, Prof. David Fairlie dari Institute for Molecular Bioscience di University of Queensland juga mengatakan bahwa temuan tersebut kemungkinan akan menjadi petunjuk berharga untuk menemukan jalur penyakit dan terapi obat baru.

Penelitian ini didukung oleh the National Health and Medical Research Council dan the New ARC Centre of Excellence in Advanced Molecular Imaging yang berfokus pada bagaimana protein imun dapat berinteraksi dan mempengaruhi respon imun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here