Bhataramedia.com – Cokelat merupakan makanan yang banyak digemari, selain enak cokelat juga memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan, seperti; meningkatkan daya pikir, mengurangi nafsu makan dan menurunkan tekanan darah.

Seperti dilansir laman American Chemical Society (2/4/2014), saat ini, para ilmuwan sedang meneliti kandungan senyawa di dalam cokelat yang berhubungan dengan pencegahan obesitas dan diabetes tipe 2. Para peneliti menemukan bahwa salah satu jenis antioksidan dari biji kakao Theobroma cacao) dapat mencegah obesitas dan menurunkan kadar gula di dalam darah pada tikus percobaan. Penelitian ini diterbitkan di American Chemical Society bagian jurnal Agricultural & Food Chemistry.

Andrew P. Neilson dan rekannya menjelaskan bahwa biji kakao (bahan dasar cokelat) merupakan salah satu makanan yang paling kaya akan flavonoid. Flavonoid adalah salah satu jenis metabolit sekunder dari tanaman yang berfungsi sebagai antioksidan. Hal tersebut merupakan kabar baik bagi pecinta coklat karena penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa flavonoid di dalam makanan lain seperti buah anggur dan teh dapat membantu memerangi kenaikan berat badan dan diabetes tipe 2. Akan tetapi, tidak semua flavonoid memiliki struktur yang sama. Biji kakao memiliki beberapa jenis flavonoid, sehingga Neilson memutuskan untuk memisahkan dan menguji tiap-tiap jenis flavonoid untuk manfaat kesehatan.

Para ilmuwan memberi makan kelompok tikus dengan pola makan (diet) yang berbeda, termasuk diet tinggi lemak dan diet rendah lemak. Pada diet tinggi lemak peneliti menambahkan berbagai jenis flavonoid. Mereka menemukan bahwa penambahan satu set senyawa tertentu dari flavonoid yang dikenal sebagai oligomeric procyanidins (PC) pada makanan, telah membuat perbedaan besar di dalam menurunkan berat badan tikus yang diberi perlakuan diet tinggi lemak. Senyawa flavonoid jenis oligomeric procyanidins (PC) juga meningkatkan toleransi glukosa, sehingga dapat berpotensi membantu mencegah diabetes tipe-2. “Oligomeric procyanidins tampaknya memiliki bioaktivitas anti obesitas dan anti diabetes paling besar dari semua jenis flavonoid yang ada di dalam biji kakao, khususnya pada dosis rendah,” kata para peneliti.

Referensi Jurnal :

Melanie R. Dorenkott, Laura E. Griffin, Katheryn M. Goodrich, Katherine A. Thompson-Witrick, Gabrielle Fundaro, Liyun Ye, Joseph R. Stevens, Mostafa Ali, Sean F. O’Keefe, Matthew W. Hulver, Andrew P. Neilson. Oligomeric Cocoa Procyanidins Possess Enhanced Bioactivity Compared to Monomeric and Polymeric Cocoa Procyanidins for Preventing the Development of Obesity, Insulin Resistance, and Impaired Glucose Tolerance during High-Fat Feeding. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2014; 62 (10): 2216 DOI: 10.1021/jf500333y.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here