Bhataramedia.com – Studi baru menemukan bahwa ikan hiu ternyata menggunakan beberapa indera untuk melacak mangsanya. Ikan hiu dapat mengganti indera yang digunakan untuk melacak mangsanya dan tidak hanya bergantung pada indera penciumannya yang legendaris.

Seperti dilansir laman Nature World News (3/4/2014), penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Mote Marine Laboratory dan rekannya, didasarkan pada percobaan yang dilakukan pada ikan hiu jenis sirip hitam (blacktip), hiu martil (bonnethead) dan hiu perawat. Hiu-hiu tersebut ditempatkan di dalam tangki besar yang dirancang khusus. Peneliti dapat mengendalikan gerakan air dan menempatkan mangsa di dalam tangki, kemudian memonitor gerakan ikan hiu dengan menggunakan beberapa kamera.

Ikan hiu diketahui memiliki “garis lateral” di tubuhnya yang merupakan sistem yang sensitif terhadap sentuhan dan berfungsi untuk mendeteksi gerakan di dalam air. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa ikan hiu mencium mangsanya dan kemudian mengikutinya dengan menggunakan garis lateral sebagai sensor. Pada jarak dekat, ikan hiu bahkan dapat menggunakan electroreception (kemampuan biologis untuk mendeteksi rangsangan listrik alami) untuk melacak mangsanya. Tim peneliti ingin mengetahui indera apakah yang mempengaruhi kemampuan berburu ikan hiu. Para peneliti menemukan bahwa setiap spesies ikan hiu merespon secara berbeda.

Ikan hiu sirip hitam dan martil masih mampu mendeteksi mangsa ketika hidung mereka diblokir, sedangkan hiu perawat tidak dapat melakukannya. Akan tetapi, hiu perawat masih dapat berburu ketika mereka tidak dapat melihat mangsanya. Menurut para peneliti, tiga spesies hiu tersebut berburu di lingkungan yang berbeda, sehingga dapat menjelaskan mengapa satu spesies memerlukan penglihatan untuk berburu sementara spesies lainnya memerlukan penciuman.

Pada saat peneliti memblokir penglihatan dan garis lateral, ikan hiu perawat masih dapat menemukan mangsanya sementara hiu sirip hitam dan martil tidak dapat melacak mangsanya hanya dengan menggunakan bau. Menurut para peneliti, hiu perawat sering menyentuh bagian dasar tangki dengan sirip dada mereka, hal tersebut kemungkinan dapat membantu mereka merasakan arah.

Pemblokiran sistem electroreception membuat tiga spesies hiu gagal menangkap mangsanya. Namun, hiu sirip hitam dan perawat kadang-kadang membuka rahang mereka pada saat yang tepat ketika mangsa menyentuh hidung mereka.

“Sudah tidak diragukan lagi bahwa studi ini merupakan studi multi-inderawi paling komprehensif yang dilakukan terhadap ikan hiu,” kata Dr Philip Motta, seorang profesor di USF yang ikut menulis naskah ilmiah dari studi ini. “Hal yang paling terlihat bagi saya adalah adanya perbedaan yang mengejutkan mengenai bagaimana ketiga spesies hiu tersebut memanfaatkan dan beralih di antara berbagai jenis indera pada saat berburu dan menangkap mangsanya. Kebanyakan referensi mengenai kemampuan berburu ikan hiu terlalu menekankan dan menyederhanakan pada penggunaan satu atau dua indera. Penelitian ini telah berhasil mengungkapkan kompleksitas dan perbedaan yang berhubungan dengan ekologi dan habitat ikan hiu.”

Penelitian ini didukung oleh National Science Foundation dan diterbitkan di jurnal PLoS ONE.

Hasil studi menunjukkan bahwa hiu bergantung pada beberapa indera untuk berburu, sehingga tingginya tingkat polusi di lautan kemungkinan dapat membatasi kemampuan mereka untuk menangkap mangsa. Temuan ini juga dapat membantu insinyur mendesain robot bawah air yang meniru gerakan ikan hiu untuk menemukan benda-benda di bawah laut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here