Bhataramedia.com – Hidup sehat pastinya selalu didambakan oleh setiap orang. Namun hidup tidak selamanya baik. Penyakit bisa datang tanpa pertanda yang jelas. Bahayanya lagi, beberapa penyakit berbahaya justru muncul tanpa menunjukkan gejala-gejala yang tampak. Saat penyakit tersebut semakin parah, semuanya sudah semakin rumit. Tindakan perawatan juga tidak banyak berarti. Oleh karena itu jalan yang harus ditempuh biasanya jauh lebih rumit dan berisiko.

Seperti dilansir laman Listverse (1/4/2014), berikut ini adalah beberapa jenis penyakit berbahaya yang dapat anda derita tanpa anda sadari :

1. Digestive Entero Auto-Deliquescence

Cairan pencernaan manusia yang biasa dikenal dengan nama asam lambung merupakan cairan asam yang sangat kuat. Jika cairan tersebut diisolasi dari tubuh, maka cairan tersebut akan cukup kuat untuk melunakkan kayu. Struktur lambung yang unik mampu mencegah kita untuk “mencerna” tubuh kita sendiri. Lendir melindungi sel-sel organ pencernaan dari asam lambung, selain itu sel-sel tersebut juga memproduksi cairan alkali yang bersifat menetralkan asam lambung. Apabila asam lambung berhasil melewati “sistem pertahanan” tersebut, anda kemungkinan menderita ulkus peptikum / peptic ulcer, yang biasa kita kenal dengan sebutan maag atau tukak lambung. Penyakit maag biasanya tidak terlalu berbahaya karena lambung dan usus memiliki sistem pertahanan terhadap asam lambung. Sayangnya, organ tubuh lainnya tidak memiliki sistem pertahanan tersebut. Apabila asam lambung meluap secara tak terduga melalui pembuluh pencernaan, seperti saluran empedu atau duktus kistik, maka anda akan mengalami penyakit yang disebut digestive entero auto-deliquescence. Kondisi ini sangat berbahaya karena asam lambung akan “mencerna” organ internal anda sendiri. Salah satu hal yang sangat mengganggu dari kondisi tersebut adalah minimnya gejala-gejala sebelum terjadinya kegagalan organ yang berlangsung sangat cepat. Meskipun perut dan kerongkongan dapat menanggapi kelebihan asam lambung dengan mengirimkan sinyal ke otak berupa rasa nyeri yang tajam, banyak saluran yang terhubung ke saluran pencernaan memiliki jenis saraf yang sangat berbeda.

Secara normal, anda tidak akan dapat mendeteksi keberadaan asam lambung di dalam saluran-saluran tersebut. Anda baru akan merasakan sakit yang luar biasa ketika asam lambung keluar dari saluran-saluran tersebut dan menyerang organ internal anda . Asam lambung biasanya sering memasuki usus besar, namun hal yang lebih serius dapat terjadi jika asam lambung memasuki kandung empedu atau bahkan hati, sehingga secara tidak sadar diikuti dengan kematian yang cepat. Orang-orang dengan anatomi yang lemah secara struktural akan memiliki risiko lebih tinggi menderita digestive entero auto-deliquescence. Namun, gejala penyakit ini dapat dideteksi secara lebih dini. Caranya adalah dengan memeriksa kondisi perut. Pada saat anda duduk, cobalah membungkuk ke depan hingga kepala anda menyentuh kaki. Cobalah untuk mengendurkan otot perut anda, kemudian sentuh bagian perut tepat di bawah tulang rusuk. Apabila daerah yang anda sentuh tetap kaku, maka anda tidak berisiko mengalami penyakit ini.

2. Penyakit Pengecilan Peabody / Peabody’s Diminution

Pernahkah anda mengalami migrain yang parah? Apakah topi favorit anda sedikit longgar ketika dipakai? Jika anda menyentuh daun telinga dengan ibu jari, apakah jari kelingking anda dapat mencapai tepi luar dari mata yang berlawanan dengan daun telinga yang anda sentuh? Jika anda mengalami hal-hal tersebut, kemungkinan anda mengalami awal dari sebuah penyakit langka berbahaya yang disebut Pengecilan Peabody / Peabody’s Diminution.

Penyakit pengecilan peabody adalah menyusutnya ukuran anggota tubuh dari ukuran normal akibat paparan radiasi gelombang radio. Orang yang pertama kali menderita penyakit ini ialah Mr. Whittaker Peabody. Dia merupakan subjek penelitian yang digunaka oleh Thomas Alfa Edison untuk mengetahui pengaruh gelombang radio terhadap manusia. Setelah tengkorak Mr. Peabody terpapar gelombang radio selama beberapa tahun, kepala Mr Peabody mulai menyusut. Dia melaporkan mengalami migrain yang menyebabkan kelumpuhan dan sakit luar biasa. Akibat insiden tersebut Mr. Peabody keluar dari percobaan yang dilakukan Thomas Alfa Edison, tetapi efeknya terus berlanjut hingga kepalanya seukuran dengan kepalan tangannya.

Coba anda pikirkan berapa banyak gelombang radiasi radio yang ada di seluruh dunia saat ini. Gelombang radio saat ini digunakan di dalam bebragai perangkat elektronik, seperti; telepon genggam, GPS, oven, dan bahkan jam. Sudah ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa gelombang radio merupakan faktor utama penyebab berbagai macam penyakit. Oleh sebab itu anda sebaiknya waspada dan mengurangi kontak langsung dengan peralatan elektronik.

3. Adulescens Inferno

Jerawat ternyata juga bisa menjadi penyakit yang serius. Memang setiap orang pernah mengalaminya. Jerawat juga biasa dikenal sebagai salah satu tanda seseorang telah semakin dewasa. Akan tetapi dalam kondisi tertentu, jerawat bisa menjadi penyakit yang berbahaya. Pada umumnya jerawat disebabkan oleh bakteri dan reaksi hormonal, namun ada suatu kondisi jerawat yang disebut Adulescens Inferno. Kasus ini pertama kali terjadi di La Salina, Kolombia tahun 1988. Penyakit Adulescens Inferno disebabkan oleh retrovirus (virus yang terdiri dari untai tunggal RNA), virus tersebut menginfeksi jaringan epidermis dan menghancurkan sel-sel di dalam jaringan tersebut. Setelah mendominasi lapisan epidermis, virus tersebut akan menimbulkan jerawat yang sangat menular, biasanya menutupi seluruh bagian wajah.

Jadi apa masalah besarnya? Nah, Adulescens Inferno tidak akan begitu buruk jika tetap berada di kulit seperti jerawat normal, namun hal tersebut tidak terjadi. Pada hampir 87 persen dari kasus yang didokumentasikan, virus penyebab Adulescens Inferno mampu melakukan penetrasi lebih dalam ke dalam tubuh. Virus tersebut menginfeksi bagian lainnya dengan sangat cepat, termasuk infeksi pada bagian otot-otot di pipi, hidung, tenggorokan, dan mulut. Pada dasarnya memiliki jerawat dapat muncul pada bagian-bagian tubuh yang tidak terlihat dan sulit dijangkau dengan tangan.

Penanganan yang kurang tepat dapat menyebabkan cacat serius di wajah, masalah pada saat menelan, dan mati lemas akibat kekurangan oksigen.

Meskipun virus tersebut tampaknya telah menghilang pada periode tahun 2000-an, virus tersebut kembali muncul pada awal 2013 dan merenggut nyawa seorang mahasiswa di Odessa, Texas. Sebenarnya, penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan pada tahap awal, namun sebagian besar korban tidak menyadari bahwa mereka telah menderita Adulescens inferno. Penderita biasanya baru sadar ketika penyakit ini telah mencapai tahap akhir.

Gejala awal yang paling jelas ialah secara tiba-tiba kulit akan menjadi merah bersisik dan muncul pustula (benjolan) yang dipenuhi lendir. Namun, jika gejala awal tersebut muncul bersamaan dengan tonjolan yang abnormal di dalam mulut, hidung, atau di sepanjang lidah, kemungkinan buruk dapat terjadi.

4. Pulmonary Lenticellular Ichthyosis

Pulmonary Lenticellular Ichthyiosis adalah salah satu kondisi abnormal yang menyebabkan lapisan luar jaringan paru-paru mengeras. Paru-paru seakan membentuk lapisan keras yang menyerupai kulit pohon. Memang belum ada yang tahu apa penyebab sebenarnya dari penyakit ini.

Uniknya, perokok kebal dari penyakit ini, sehingga para ahli menyimpulkan bahwa kemungkinan penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang rentan terhadap karbonmonoksida, seperti pada bakteri pemakan daging, Psilii nicagei.

Penyakit ini sangat sulit untuk dideteksi,karena tidak menunjukkan gejala-gejala eksternal. Satu-satunya jalan untuk mendeteksinya adalah dengan melakukan otopsi. Kasus Pulmonary Lenticellular Ichthyiosis mengalami kenaikan sebesar 53 % pada mayat yang di otopsi selama beberapa dekade terakhir. Bahkan pada sebuah studi, paru-paru mayat yang terjangkit Pulmonary Lenticellular Ichthyiosis tidak dapat dihancurkan dengan palu.

5. Sudden Onset Dental Collapse

Satu penyakit yang juga tidak kalah aneh adalah Sudden Onset Dental Collapse. Penyakit ini menyebabkan penderitanya kehilangan semua giginya secara tiba-tiba. Anehnya lagi, belum diketahui kenapa penyakit ini bisa muncul. Menurut kesaksian dari para penderitanya, sebelum kehilangan gigi mereka mengalami mimpi yang aneh. Mereka bermimpi giginya hilang semua. Beberapa saat setelah mimpi itu, semua gigi mereka benar-benar tanggal.

Meskipun belum dipahami secara mendalam, para ahli kesehatan menduga bahwa penyakit ini berkaitan dengan sistem saraf. Kematian saraf di mulut berhubungan dengan bagian otak yang disebut korteks prefrontal (area otak yang berhubungan dengan mimpi).

Pada awal 1980-an, korban dari Sudden Onset Dental Collapse melobi pemerintah AS untuk mendanai kampanye kesadaran publik, akan tetapi karena kondisi ini sangat langka pemerintah AS menolak hal tersebut.

6. Credula Cerebrum Morbo

Credula Cerebrum Morbo adalah penyakit otak degeneratif yang disebabkan oleh virus Mendax, dan baru-baru ini telah terjadi lonjakan aneh mengenai jumlah kasus yang terjadi. Credula Cerebrum Morbo merupakan penyakit yang sangat menular, penyakit tersebut mempengaruhi semua kelompok usia, jenis kelamin, dan semua kelompok etnis.

Gejala-gejala dini dari penyakit ini sering dianggap remeh, orang yang terserang penyakit ini sering beranggapan tidak ada yang salah pada tubuh mereka, hingga penyakit ini sampai pada tahap akhir dan sulit untuk diobati. Gejala-gejala yang ditimbulkan penyakit ini berupa; iritasi mata, penglihatan kabur, sakit punggung dan leher, sakit kepala, dan kelelahan. Namun, jika dibiarkan, virus Mendax akan menyerang saraf otak dan selama jangka waktu tertentu akan menyebabkan menurunnya konsentrasi, sering lupa, tidak dapat mengenali orang yang ada di sekitarnya, tidak dapat mengenali tempat atau benda , bahkan tidak dapat mengkontrol buang air besar dan kecil. Pada akhirnya, virus Mendax akan “menghancurkan” banyak bagian di otak sehingga terjadi kegagalan fungsi organ dan menyebabkan kematian.

Sayangnya, belum ada obat dari penyakit ini. Pengobatan yang ada lebih bersifat menahan daripada menyembuhkan penyakit ini. Hal tersebut merupakan fakta bahwa setiap orang yang didiagnosis menderita Credula Cerebrum Morbo lambat laut tetap akan menghadapai kematian. Penyakit ini merupakan “pembunuh” yang tak terduga, “dia” dapat membunuh korbannya di dalam hitungan bulan atau membuat korbannya menderita selama puluhan tahun. Jika anda mengalami salah satu dari gejala-gejala awal, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter.

7. Dissociative Unipolar Hypersensitivity

Apakah anda pernah mencoba untuk menggelitik diri sendiri? Jawabannya sudah pasti anda tidak akan merasa geli. Hal tersebut dapat terjadi karena sistem somatosensori manusia telah dirancang untuk membedakan respon terhadap rangsangan eksternal (rangsangan yang berasal dari orang lain dan hal-hal yang ada di sekitar) dan rangsangan yang kita buat sendiri.

Mekanisme dasar tersebut merupakan mekanisme yang diperlukan oleh kita. Coba pikirkan tentang hal ini; Jika tubuh anda merespon sentuhan anda sendiri dengan cara yang sama terhadap sentuhan dari orang lain, anda tidak dapat secara akurat membedakan di antara keduanya. Lebih dari itu, anda akan menderita kondisi yang disebut overstimulasi sensorik konstan / constant sensory overstimulation. Rambut di kepala anda akan terasa seperti sesuatu yang selalu menekan kulit kepala, lidah akan memicu refleks muntah di dalam mulut anda sendiri, dan kulit anda akan memberikan sensasi seolah-olah anda terbungkus plastik.

Apa yang terjadi ketika mekanisme rumit ini gagal? Ternyata, gejala-gejala yang terjadi berkisar dari gejala ringan sampai gejala yang dapat melumpuhkan. Kisaran dari berbagai gejala-gejala tersebut disebut Dissociative Unipolar Hypersensitivity. Orang yang menderita gejala ringan akan merasa geli pada saat menyentuh dirinya sendiri. Orang yang menderita gejala lebih serius akan mengalami kesakitan pada saat menggaruk-garuk dahi mereka dan secara umum tidak mampu membedakan sensasi fisik. Estimasi saat ini menunjukkan bahwa sebanyak 27 persen dari populasi dunia setidaknya menderita beberapa gejala dari penyakit ini. Persentase tersebut berjumlah 1,9 milar dari penduduk dunia. Hal tersebut mengindikasikan bahwa anda memiliki kesempatan 1:4 untuk menderita penyakit ini tanpa anda sadari.

Salah satu metode untuk menguji D.U.H.cukup sederhana. Ambil pena atau spidol dan gunakan ujung yang tajam untuk menggaruk secara lembut bagian belakang leher anda, kemudian lakukan hal yang sama dengan ujung jari telunjuk anda. Idealnya, kedua sensasi tersebut sangat mudah untuk dibedakan. Jika anda mengalami kesulitan melakukannya, ada kecenderungan anda mengalami gangguan ini. Apabila hal tersebut terjadi sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter.

8. Pineal Parasitic Infection

Pada tahun 70-an, dokter-dokter dari Prancis yang bekerja di Redonda, kepulauan Karibia mulai menyadari munculnya serangkaian gejala yang tidak biasa di antara pasien mereka. Orang-orang yang menderita gejala-gejal tersebut mengalami perasaan yang sangat lelah, nafsu makan meningkat, dan ketidakstabilan emosional dan mental. Meskipun para dokter tersebut belum mengetahui penyebabnya, mereka merupakan yang pertama kali mendeteksi keberadaan parasit yang tumbuh paling cepat di abad ke-20. Parasit tersebut diberi julukan Sciencii, yaitu berupa cacing kotak yang memiliki organ seperti pisau cukur di bagian belakangnya. Cacing kotak menginfeksi kelenjar pineal yang terletak di otak.

Cacing parasit tersebut pada awalnya hanya menginfeksi domba dan beberapa spesies petrel (burung laut berhidung tabung). Namun, tampaknya cacing parasit ini dapat berpindah ke manusia di akhir tahun ’50-an. Akan tetapi, cacing-cacing tersebut tetap tidak terdeteksi selama bertahun-tahun karena gejala-gejala yang ditimbulkan relatif jarang terjadi sampai awal tahun 2000-an. Gejala-gejala yang ditimbulkan akibat infeksi parasit tersebut berupa rasa lelah yang tidak dapat dijelaskan, perubahan suasana hati, keluarnya dubur, dan sering buang air kecil.

Cacing kotak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi perilaku inangnya melalui produksi endorfin dan peptida pengatur emosi lainnya. Senyawa-senyawa tersebut secara alami diekskresikan oleh cacing kotak. Hal ini memungkinkan parasit untuk mengubah lingkungan di sekitarnya, sebagai contoh; endorfin yang dilepaskan cacing kotak setelah inangnya mengkonsumsi daging yang tinggi lemak dan garam akan mendorong inangnya untuk mengkonsumsi jenis makanan yang serupa. Demikian juga, jika cacing tersebut terganggu oleh gerakan berlebih, cacing kotak dapat melepaskan senyawa kimia Neuropeptide Y. Senyawa ini berhubungan dengan stres, sehingga dapat mendorong inangnya untuk memiliki gaya hidup yang menetap.

Meskipun sangat langka, tingkat infeksi cacing kotak telah menigkat secara eksponensial selama tahun 2000-an dan terus meningkat sampai hari ini. Banyak ahli osteopati menghubungkan peningkatan infeksi tersebut dengan perubahan pola diet, terutama munculnya diet bebas gluten. Seringnya konsumsi gluten berakibat fatal bagi cacing kotak karena cacing ini tidak toleran terhadap gluten. Jadi, jika anda ingin menghindari infeksi cacing kotak, pastikan anda mengkonsumsi banyak gluten!

9. Sudden Onset Gluten Intolerance

Apakah gluten dapat membunuh anda? jawabannya adalah iya. Gluten dapat membunuh anda sewaktu-waktu dan tanpa peringatan. Gluten telah dikaitkan dengan berbagai macam penyakit, seperti; serangan jantung, gangguan penglihatan, lepasnya tulang secara tiba-tiba, dan munculnya kutil pada pankreas (pancreatic verrucas). Saat ini, tim ilmuwan dan ahli gizi yang bekerja di Saskatchewan Institute for Logorrheic Aphasia mengatakan bahwa efek yang tampaknya tidak berhubungan ini kemungkinan sebenarnya merupakan bagian dari sindrom yang lebih besar, yaitu Sudden Onset Gluten Intolerance.

Para ilmuwan mengatakan bahwa SOGI menjadi lebih umum terjadi dan tampaknya sudah berada pada level epidemi. Gejala-gejala yang ditimbulkan dapat semakin memburuk seiring peningkatan konsumsi gluten. Beberapa penyakit yang diyakini muncul akibat pengaruh SOGI, yaitu; ambivalensi (kondisi akibat mengalami reaksi simultan yang bertentangan terhadap beberapa objek), kejang-kejang, tulang rapuh, pendarahan di uretra, gigi yang tumbuh ke dalam, dislokasi tulang rawan, replikasi yang tidak terkontrol pada kantung empedu, miasma, psikosis makrobiotik, “terbakarnya” sistem saraf secara tiba-tiba, nekrosis gusi, hipotermia tropikal, halusinasi verbal dan gangguan kulit.

Pada sebuah pernyataan di awal tahun ini, Helent Hunt, seorang komisaris besar PBB di bidang penyakit menyarankan bahwa gluten sebaiknya sepenuhnya dilarang untuk dikonsumsi manusia. Langkah tersebut masih kontroversial, akan tetapi sudah diterapkan di Guam, Mikronesia dan New York.

Pada suatu pernyataan di awal tahun ini, Komisaris Senior PBB bidang Penyakit, Helen Hunt, menyarankan bahwa gluten sepenuhnya dilarang untuk di konsumsi manusia. Langkah ini masih kontroversial, tetapi sudah dilaksanakan di Guam, Micronesia, dan New York. Bagi mereka yang tinggal di tempat lain, risiko SOGI dapat dikurangi melalui olahraga teratur dan mengkontrol asupan cairan.

10.Hipokondria / Hypochondriasis

Hypochondriasis (lebih dikenal sebagai “hipokondria”) adalah kekhawatiran berlebihan seseorang bahwa dia telah mengidap penyakit kronis. Kondisi ini merupakan hasil dari persepsi yang tidak akurat terhadap kondisi tubuh atau pikiran, meskipun seseorang tidak mengalami kondisi medis yang sebenarnya
Awalnya, para dokter percaya bahwa hipokondria merupakan respon terhadap rendahnya kepercayaan diri atau konsekuensi dari mempelajari suatu. Akan tetapi dengan munculnya Internet dan besarnya informasi yang disediakan membuat para ilmuwan sosial mengatakan bahwa banyak orang baru saja mengembangkan suatu obsesi yang tidak sehat melalui hal-hal acak yang mengerikan.

Hipokondria sering ditandai oleh; ketakutan terhadap gejala-gejala kecil yang dipercaya mengarah pada penyakit kronis, seringnya memeriksa diri sendiri, dan obsesi terhadap kondisi tubuh seseorang. Banyak orang yang mengalami hipokondria mengekspresikan keraguan dan ketidakpercayaan terhadap diagnosis dokter. Selain itu, banyak “hypochondriacs” (sebutan untuk penderita hipokondria) mengalami tekanan tinggi darah, stres, dan kecemasan di hadapan dokter atau pada saat berada di fasilitas medis, kondisi tersebut dikenal sebagai “sindrom jas putih” / white coat syndrome.

Sudah selayaknya kita waspada terhadap terhadap kondisi kesehatan, namun kewaspadaan yang berlebihan justru akan menimbulkan penyakit yang sebelumnya tidak ada di dalam diri anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here