Carolina Abecedarian Project
Carolina Abecedarian Project. (Credit: Courtesy of Frank Porter Graham Child Development Institute at the University of North Carolina)

Bhataramedia.com – Penelitian menunjukkan bahwa program pengembangan anak usia dini yang berkualitas tinggi dengan disertai komponen-komponen perawatan kesehatan dan peningkatan kualitas gizi dapat membantu mencegah atau menunda timbulnya penyakit kronis yang diderita ketika dewasa. Berdasarkan data yang dikumpulkan selama lebih dari tiga dasawarsa, penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan yang menggabungkan pendidikan usia dini dengan pemeriksaan kesehatan dan peningkatan kualitas gizi memiliki risiko yang jauh lebih rendah untuk menderita hipertensi, sindrom metabolik dan obesitas pada usia 30-an daripada kelompok kontrol yang tidak berpartisipasi dalam program pembelajaran usia dini.

Carolina Abecedarian Project adalah salah satu program anak usia dini yang tertua dan yang paling sering dibahas. Melalui pengamatan terhadap 111 anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah yang lahir antara tahun 1972 dan 1977, program ini dirancang untuk menguji apakah lingkungan anak usia dini yang berkualitas tinggi dapat mencegah keterlambatan proses tumbuh kembang mereka.

Kontribusi Frank Porter Graham Child Development Institute dari University of North Carolina

Menurut sebuah studi baru-baru ini yang diadakan oleh James Heckman, pemenang Nobel di bidang ekonomi, dan para peneliti di University of Chicago, University College London dan Frank Porter Graham Child Development Institute di University of North Carolina, program pengembangan anak usia dini yang berkualitas tinggi dengan disertai komponen-komponen perawatan kesehatan dan peningkatan kualitas gizi dapat membantu mencegah atau menunda timbulnya penyakit kronis yang diderita ketika dewasa.

Berdasarkan data program usia dini dari Abecedarian di North Carolina yang dikumpulkan selama lebih dari tiga dasawarsa, terbukti bahwa anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan yang menggabungkan pendidikan usia dini dengan pemeriksaan kesehatan dan peningkatan kualitas gizi memiliki risiko yang jauh lebih rendah untuk menderita hipertensi, sindrom metabolik dan obesitas pada usia 30-an daripada kelompok kontrol yang tidak berpartisipasi dalam program pembelajaran usia dini. Hasilnya diterbitkan dalam jurnal Science edisi ke-28 bulan Maret.

“Sebelum mengadakan penelitian ini, kami memiliki indikasi-indikasi bahwa program pengembangan kualitas anak usia dini akan dapat membantu meningkatkan kesehatan ke taraf lebih baik di kemudian hari,” kata Heckman, seperti dilansir laman University of Chicago (27/3/2014). “Program Abecedarian menunjukkan bahwa investasi dalam program pembelajaran usia dini yang menawarkan komponen kesehatan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan kekuatan perekonomian. Program ini juga menawarkan cara yang berbeda untuk melawan penyakit kronis pada usia dewasa yang penanganannya umumnya mahal: yaitu dengan cara berinvestasi sedini mungkin dalam program perbaikan tumbuh kembang anak-anak agar terpupuklah pengetahuan dan kemandirian dalam mengatur hidup yang diperlukan untuk mencegah penyakit kronis dan membantu mereka mewujudkan hidup sehat dan produktif.”

Carolina Abecedarian Project, salah satu program anak usia dini yang tertua dan yang paling sering dibahas, dirancang untuk menguji apakah rangsangan lingkungan di mana anak mengenyam usia dini mereka dapat mencegah keterlambatan tumbuh kembang anak-anak dari keluarga yang tak berkecukupan. Penelitian ini melibatkan 111 anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah yang lahir di sekitar Chapel Hill, N. C. antara tahun 1972 dan 1977. Program ini juga meliputi komponen-komponen perawatan kesehatan dan peningkatan kualitas gizi. Anak-anak menerima dua kali makan dan satu kali kudapan di sore hari di sebuah pusat pembelajaran usia dini dan juga ditawari inspeksi kesehatan harian dan pemeriksaan kesehatan berkala. Peserta yang menerima penanganan ini serta mereka yang termasuk dalam kelompok kontrol yang tidak menerima penanganan tersebut telah dipantau selama lebih dari 30 tahun untuk menentukan efektivitas program intervensi usia dini ini.

Ini adalah pertama kalinya kondisi kesehatan mereka dianalisis. Para peneliti menemukan bahwa laki-laki dalam kelompok penanganan memiliki tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih rendah dan kurang berisiko menderita hipertensi tahap I. Mereka juga memiliki kadar HDL “baik” yang lebih tinggi dan tak satu pun yang memperlihatkan sindrom metabolic seperti hipertensi, obesitas sentral, dan dislipidemia yang muncul secara bersamaan, yang secara dramatis meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes. Sebaliknya, prevalensi sindrom metabolik pada kelompok kontrol mencapai 25 persen. Perempuan dalam kelompok penanganan kurang berisiko akan terpengaruh oleh obesitas abdominal dan mengalami lebih kecil kemungkinan untuk menderita pra-hipertensi. Baik para laki-laki maupun perempuan dalam kelompok tersebut memiliki risiko yang secara signifikan lebih rendah untuk menderita penyakit jantung koroner dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidak turut berpartisipasi.

Bukti juga menunjukkan bahwa program-program anak usia dini yang berkualitas disertai dengan komponen kesehatan dapat mempromosikan perilaku gaya hidup sehat. Sebagai contoh, perempuan dalam kelompok penanganan memiliki kemungkinan yang secara signifikan lebih kecil untuk mulai minum minuman keras sebelum usia 17 serta kemungkinan yang lebih besar untuk terlibat dalam aktivitas fisik dan untuk makan buah daripada rekan-rekan mereka dalam kelompok kontrol. Para laki-laki yang telah berpartisipasi pada saat mereka masih anak-anak kemungkinan besar akan menunda memulai merokok dan menggunakan ganja.

“Proses perkembangan anak menjadi menjadi manusia dewasa sangat bergantung pada berbagai pengalaman kehidupan usia dini mereka yang berkaitan dengan kesehatan, gizi, pengasuhan yang baik, stimulasi dini, dan proses pembelajaran,” kata Heckman. “Bersama-sama, mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan menjadi lebih mandiri dalam mengatur hidup mereka, sehingga memberikan anak-anak kemampuan untuk membentuk kehidupan mereka dengan banyak cara yang positif, seperti meningkatkan prestasi pendidikan, memperoleh pendapatan yang lebih tinggi, dan menikmati kesehatan yang lebih baik dan keluarga yang lebih kuat. Kita perlu berinvestasi lebih dini jika kita ingin meningkatkan generasi manusia-manusia yang sehat dan berbakat, baik dari segi sosial maupun emosional, untuk menjalani kehidupan yang sukses. Ini adalah investasi yang paling efektif dan hemat biaya yang kita dapat buat.”

Referensi Jurnal :

F. Campbell, G. Conti, J. J. Heckman, S. H. Moon, R. Pinto, E. Pungello, Y. Pan. Early Childhood Investments Substantially Boost Adult Health. Science, 2014; 343 (6178): 1478 DOI: 10.1126/science.1248429.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here