Bhataramedia.com – Penemuan spesies baru ikan mirip hiu kuno kemungkinan akan mengubah penulisan buku teks biologi yang menyatakan bahwa hiu adalah ikan primitif.

Melalui naskah penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature, tim ilmuwan mendeskripsikan suatu spesies yang berusia 325-juta-tahun, bernama Ozarcus mapesae. Spesies tersebut memiliki fisiologi yang hampir mirip seperti ikan hiu, sehingga menunjukkan bahwa hiu modern cukup maju di dalam hal evolusi, seperti yang dilansir Nature World News (16/4/2014).

“Hiu secara tradisional dianggap sebagai salah satu vertebrata berahang paling primitif yang masih hidup. Sebagian besar buku pelajaran di sekolah saat ini mengatakan bahwa struktur rahang internal hiu modern terlihat sangat mirip dengan rahang pada ikan primitif seperti hiu,” kata pemimpin penulis studi Alan Pradel, seorang peneliti postdoctoral di American Museum of Natural History. “Akan tetapi kami telah menemukan bahwa teori tersebut kemungkinan tidak tepat. Hiu modern memiliki fisiologi yang sangat khusus, sangat diturunkan dari generasi ke generasi, dan bukanlah ikan primitif.”

Spesimen fosil Ozarcus mapesae digali dan dikumpulkan di Arkansas. Daerah tersebut dulunya merupakan cekungan laut yang menjadi rumah bagi ekosistem laut yang beragam, menurut para peneliti di dalam sebuah pernyataan.

Kerangka hiu dan ikan bertulang rawan lainnya sering tidak terawetkan dengan baik, biasanya kerangka mereka tertekan menjadi fragmen pipih sehingga membuat sulit untuk menentukan bentuknya. Namun, kepala fosil dari O. mapesae yang ditemukan bentuknya masih terjaga dengan baik.

“Seperti semua ikan, kepala ikan hiu tersegmentasi ke dalam rahang dan terdapat serangkaian lengkungan yang memberikan dukungan kepada rahang dan insang. Struktur lengkungan tersebut diperkirakan telah memunculkan rahang pada awal pohon kehidupan ikan hiu,” kata para peneliti.

“Fosil O. mapesae yang indah ini menawarkan salah satu pengamatan lengkap pertama dari semua lengkungan insang dan struktur terkait pada ikan hiu awal. Sebelumnya telah ditemukan fosil hiu lain yang seperti ini, tetapi fosil ini merupakan yang tertua dan memiliki struktur yang lebih baik,” kata penulis studi John Maisey, seorang kurator paleontologi di American Museum of Natural History. “Fosil ikan hiu tersebut memiliki detail yang sangat baik, sehingga memungkinkan kita untuk memindai dan merekonstruksinya secara digital.”

Setelah memindai fosil O. mapesae dengan sinar-X resolusi tinggi, para peneliti mampu untuk mendapatkan gambaran rinci mengenai bentuk dan fisiologi spesies kuno tersebut.

“Kami menemukan bahwa susunan lengkungan pada speies tersebut tidak seperti yang kami lihat pada hiu modern,” kata Pradel. “Sebaliknya, secara dasar susunannya sama dengan ikan bertulang sejati.”

“Evolusi yang tampak jelas pada struktur rahang tersebut merupakan hal yang tidak terduga,” kata para peneliti. Hal ini kemungkinan memiliki dampak signifikan pada studi evolusi dari kelompok spesies tersebut di masa mendatang.

“Ikan bertulang sejati justru mungkin lebih dapat memberikan informasi yang kami butuhkan dari spesies ini,” kata Maisey.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here