Bhataramedia.com – Para peneliti dari Universitas Southampton dan Cambridge telah menemukan bagian baru dari dinding batas pelabuhan Romawi kuno, Ostia. Penemuan tersebut membuktikan bahwa kota tersebut jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Seperti dilansir laman University of Southampton (16/4/2014), tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Simon Keay (Southampton) dan Profesor Martin Millet (Cambridge), telah melakukan survei pada area yang terbentang antara Ostia dan pelabuhan Romawi lainnya yang disebut Portus. Baik Ostia maupun Portus berjarak sekitar tiga puluh mil dari Roma, ibukota Italia saat ini. Penelitian yang dilakukan merupakan bagian dari ‘Portus Project’ yang dipimpin Universitas Southampton, bekerja sama dengan British School dan Soprintendenza Speciale per I Beni Archeologici di Roma.

Sebelumnya, para arekolog berpikir bahwa sungai Tiber merupakan batas paling utara kota Ostia. Namun, penelitian baru yang menggunakan teknik survei geofisika telah menunjukkan bahwa tembok kota Ostia juga masih ada di sisi lain dari sungai Tiber. Para peneliti telah menunjukkan bahwa daerah yang baru ditemukan ini memiliki tiga gudang besar, gudang paling besar memiliki ukuran sebesar lapangan sepakbola.

Direktur Proyek Portus, Profesor Simon Keay mengatakan, “Penelitian kami tidak hanya menambah daerah yang dikenal pada kota kuno tersebut, tetapi juga menunjukkan bahwa Tiber membelah Ostia dan bukan merupakan batas sisi utaranya.”

“Keberadaan gudang di sepanjang tepi utara sungai Tiber memberikan kita bukti lebih lanjut mengenai kegiatan komersial yang berlangsung di sana pada periode dua abad pertama.”

Para peneliti telah menggunakan teknik yang dikenal sebagai magnetometri. Teknik tersebut melibatkan pemindaian landskap secara sistematis dan cepat dengan menggunakan instrumen genggam kecil untuk mengidentifikasi anomali magnetik lokal yang berkaitan dengan struktur kuno yang terkubur.

Hasil pemindaian kemudian dipetakan dengan software komputer khusus untuk menghasilkan gambar yang mirip dengan foto udara. Gambar yang dihasilkan kemudian dianalisis oleh para arkeolog.

Pada jaman dahulu, lanskap yang diamati di dalam studi ini dikenal sebagai Isola Sacra. Isola Sacra dikelilingi oleh kanal besar di bagian utara, sungai Tiber di sebelah timur dan selatan, dan laut Tyrrhenian di sebelah barat. Pada sisi selatan dari Isola Sacra, survei geofisika mengungkapkan bukti yang sangat jelas untuk dinding kota Romawi Ostia. Dinding tersebut diselingi oleh menara yang memiliki ketebalan beberapa meter, dan terbentang dari timur ke barat sepanjang sekitar setengah kilometer. Pada daerah yang dekat dengan Isola Sacra, dikenal oleh para arkeolog dengan nama Trastevere Ostiense, tim peneliti juga menemukan bukti yang sangat jelas mengenai keberadaan setidaknya empat bangunan besar.

Profesor Keay berkomentar: “Tiga bangunan baru yang ditemukan kemungkinan merupakan gudang yang mirip dengan bangunan yang sebelumnya telah ditemukan di Ostia sendiri, namun bangunan yang baru ditemukan tampaknya jauh lebih besar Selain itu, juga terdapat bangunan besar keempat dengan ukuran 142×110 meter. Bangunan keempat tersebut terdiri dari jajaran kolom yang terbentang dari utara ke selatan, tetapi fungsinya tidak diketahui.

“Hasil temuan kami merupakan hal yang penting bagi pemahaman mengenai Roman Ostia dan akan menyebabkan pemikiran ulang mengenai topografi dari kota Ostia.”

Informasi lebih lanjut mengenai Proyek Portus dapat dibuka pada situs www.portusproject.org.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here